Langkah Pemkot Surabaya Cegah Praktik Prostitusi di Eks Lokalisasi Moroseneng

Reporter : Ade Resty
Kampung Sememi, Surabaya

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melakukan pendataan ulang bagi warga pendatang yang tinggal indekos di eks Lokalisasi Moroseneng, Kecamatan Benowo, Surabaya.

Pendataan dilakukan untuk mencegah praktik prostitusi terselubung di kawasan tersebut.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Camat Benowo, Denny Christupel Tupamahu, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan kesepakatan dengan beberapa pihak terkait.

Kecamatan Benowo mengadakan rapat koordinasi, dari jajaran Polsek, Koramil, Ketua RT/RW setempat, hingga organisasi keagamaan dan masyarakat.

"Pada tanggal 29 Juli 2022 telah diadakan pertemuan di Pendopo Kantor Kecamatan Benowo. Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan," kata Denny di kantornya, Selasa (12/7/2022).

Kesepakatan tersebut, lanjut Denny, bahwa petugas Satpol PP Kecamatan Benowo bersama Polsek dan Koramil akan menggelar pengamanan (PAM) bersama. Pengamanan tersebut di depan Taman Anggrek, Jalan Sememi Jaya II Surabaya. PAM bersama ini dimulai pada pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.

"PAM bersama ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 29 Juli 2022," ujarnya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Satpol PP Kecamatan bersama Sie Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan Sememi juga melaksanakan operasi pendataan kepada warga.

"Pendataan menyasar warga luar kota yang indekos di wilayah RW I atau sekitar eks Lokalisasi Moroseneng," jelasnya.

Lebih lanjut Denny menjelaskan, untuk memasifkan pencegahan adanya prostitusi terselubung. Ia juga memastikan telah meminta dukungan bantuan personel Satpol PP pusat.

Dukungan Satpol PP pusat itu untuk memperkuat PAM bersama tiga pilar, yakni Kecamatan, Polres dan Koramil.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Mulai tanggal 29 Juni 2022, kita sudah mengadakan operasi pengamanan bersama unsur tiga pilar Kecamatan Benowo. Juga, mendirikan Pos PAM di depan Taman Anggrek mulai pukul 21.00 - 04.00 WIB setiap hari," jelasnya.

Denny juga menuturkan bahwa warga RW I Kelurahan Sememi dengan tegas menolak adanya praktik prostitusi terselubung. Khususnya di kawasan eks lokalisasi Moroseneng.

"Warga berharap kepada Pemkot Surabaya melakukan operasi gabungan dan menindak kegiatan prostitusi terselubung di eks lokalisasi Moroseneng," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru