selalu.id - Kabar menggeliatnya kembali prostitusi di kawasan Dolly secara tertutup atau sembunyi ditampik Pemerintah Kota Surabaya.
Camat Sawahan, Yunus menegaskan, pihaknya telah memastikan bahwa tidak ada praktik prostitusi secara terbuka dengan memanfaatkan wisma-wisma yang ada.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!
"Kalau pun ada dengan praktek-praktek di terselubung. Artinya orang lewat diawe-awe (ditawari) kemudian ditunjukan gambar,"kata Yunus saat ditemui di kantornya, Kamis (7/7/2022).
Yunus mengatakan, apabila ada kecurigaan melakukan praktek tersebut, akan dilakukan pengamanan 24 jam dengan anggota Satpol PP yang dibagi tiga shift. Ia mengaku saat dirinya mengecek di lapangan, tidak ada kegiatan praktek tersebut.
"Sekarang kekuatan satpol kami bisa 24 jam itu tiga shift,"tuturnya.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Informasi yang berkembang tentang bergeliatnya kembali prostitusi dibantah oleh Yunus. Dari hasil penelusurannya di lapangan, faktanya berbanding terbalik dengan isu yang beredar.
"Ini kritik dan masukan bagi saya. Kita langsung jaga. Saya perintahkan anggota saya untuk bejaga," tegasnya.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya
"Dari jam 11 malam sampai 4 pagi anggota saya perintahkan untuk berjaga,"imbuhnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, mengaku bahwa dirinya menginvestigasi tempat kawasan diduga prostitusi dibuka kembali di Dolly dan di Morseneng. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi