Ada Bantuan Modal Barang Siap Jual untuk UMKM di Surabaya, Ini Syaratnya

Reporter : Ade Resty
Sosialisasi bantuan pinjaman modal di Kelurahn Putat Jaya, Surabaya

selalu.id - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) berkolaborasi dengan perusahaan fintech Komunal, memberikan bantuan pinjaman modal bagi pelaku UMKM dan Toko Kelontong (Tokel) di Surabaya.

"Jadi kami beri bantuan pinjaman modal, namun tidak berupa dana, tetapi berupa barang siap jual,"kata Business Development Manager Komunal, Natanael Edwin Suprapto, Senin (27/6/2022).

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Edwin mengatakan, bantuan modal usaha yang diberikan berupa bahan komoditi seperti telur, beras dan daging ayam, kemudian dijual kembali oleh pelaku UMKM dan Tokel sesuai dengan harga di pasaran.

Selain itu, bukan hanya bantuan pinjaman modal, Pemkot juga memberikan pendampingan setiap hari.

Seperti pendamping Komunal itu nantinya akan melakukan menyampaikan berbagai materi. Salah satunya bagaimana cara menjual yang efektif dan sesuai dengan pangsa pasar. Serta, pendampingan menjual dagangannya melalui platform digital (online).

"Misal ayam yang kami suplai mau dijual menjadi menu ayam geprek, nanti kita bantu bagaimana penjualannya, kami link-kan ke platform - platform online,"jelasnya.

"Nanti, UMKM atau Tokel yang menjual itu, kami tidak mematok harga, harus dijual kembali dengan nominal berapa saja, bebas," tambahnya.

Kata dia, program bernama Jawara Komunal itu diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Fokus kami adalah kepada MBR yang sudah memiliki UMKM atau Tokel, namun kesulitan mendapatkan modal. Karena kami bukan sekadar sosialisasi namun juga pemberdayaan," sebutnya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan, (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto menambahkan, kolaborasi yang disuguhkan oleh Komunal kali ini sangat tepat jika diterapkan kepada warga MBR.

"Misinya Pak Wali kan mengentaskan kemiskinan, nah untuk menggerakkan warga MBR ini butuh skema khusus agar ekonomi terus berputar. Sedangkan skema yang ditawarkan oleh Komunal sangat pas," kata Devie.

Dalam sosialisasi ini, Dinkopdag Surabaya menggaet 50 pelaku Tokel di dua kecamatan, yakni Sawahan dan Wonokromo.

Setelah itu, pada awal Juli 2022, para pelaku Tokel sudah diberi bantuan modal mulai bergerak menjajakan dagangannya masing - masing.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Sebetulnya target kami itu 300an pelaku Tokel MBR yang masuk kedalam klasifikasi e-Peken, nah yang 50 dari dua kecamatan itu, kami jadikan pilot project-nya," ujar Devie.

Camat Sawahan Kota Surabaya, M Yunus Juga menyampaikan, sosialisasi dan memfasilitasi UMKM atau Tokel di wilayah Kecamatan Sawahan, bukan hanya sekali ini saja, akan tetapi sudah beberapa kali dilakukan oleh Dinkopdag Surabaya.

Seperti halnya memudahkan pelaku Tokel dan UMKM mengurus NIB yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Beberapa bulan lalu saja totalnya mencapai 100 lebih Tokel yang sudah mengurus NIB dan kami bantu, saya rasa sekarang sudah lebih dari itu jumlahnya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru