selalu.id - Polisi mengamankan tersangka HA (45) yang diduga memperkosa remaja disabilitas di Surabaya.
Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Wardi mengatakan, HA sempat melarikan diri sejak, Rabu (22/6/2022) dan berhasil diamankan.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Terlapor sudah naik status jadi tersangka dan akan segera diperiksa," kata Wardi, Jumat (24/6/2022).
Wardi mengatakan bahwa penetapan HA telah memenuhi syarat materil untuk menjadi tersangka. Ia menyebut terduga harus memenuhi dua alat bukti.
"Kami sudah mengumpulkan keterangan saksi korban, hasil visum rumah sakit juga terbukti, korban mengalami luka robek baru di kemaluan,"ujarnya.
Kata dia, polisi juga telah mengamankan barang bukti petunjuk dari hasil olah TKP. Yakni baju dan celana tersangka.
"Kami juga menemukan tali rafia. Terakhir, keterangan tersangka ada pengakuan dan persesuaian peristiwa yang terjadi," jelasnya.
Lebih lanjut Wardi menyampaikan, saat ini polisi belum bisa menjelaskan banyak terkait identitas pelaku. Sehingga, pihaknya meminta waktu untuk penyeledikan.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Sekarang masih disidik," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kerabat korban mengungkapkan bahwa kronologi pemerkosaan itu diketahui oleh Ibu korban yang terbangun pukul 00.30 WIB dan kaget korban tidak ada di kamarnya, Rabu (22/6/2022) dini hari.
"Anak ini ternyata bangun memang pukul 00.00 WIB, terus dia ke dapur dan makan. Setelah makan, duduk-duduk di teras," kata ibu korban, Kamis (23/6/2022).
Kemudian, ibu korban mengatahui anaknya dibujuk oleh tetangganya HA pergi ke rumahnya dan dirayu jika diberi kue dan uang.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Karena korban menerima bujukan HA hingga masuk kedalam rumah tetangganya tersebut. Apalagi, rumah HA tak jauh dari rumah korban.
Di waktu yang sama, ibu korban mencari anaknya sambil berkeliling di sekitar kampung hingga pukul 03.00 WIB dan korban belum ditemukan.
Lalu, sang ibu melihat anaknya keluar dari rumah tetangga HA. Ibunya pun terkejut dan marah terhadap putrinya.
"Ibunya sempat mencari di sekitar kampung, jam 3 pagi, ibunya melihat jika korban keluar dari rumah terduga pelaku. Saat itu ibunya marah, karena anaknya keluar dari rumah tetangganya pagi dini hari," jelasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi