Wali Kota Eri Cahyadi Berniat Kembangkan Program Padat Karya ke Sektor Wisata

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya dengan program padat karya untuk UMKM dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, padat karya yang digerakkan oleh MBR itu nantinya bukan hanya di bidang cuci motor dan mobil, permak jeans, kuliner dan lain sebagainya

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Namun, Eri menyampaikan ingin tetapi menggerakkan padat karya di bidang pertanian dan peternakan.

"Ada lahan tertentu yang akan kita gunakan untuk ketahanan pangan, seperti untuk budidaya Porang. Nah itu nanti juga kita gunakan sesuai dengan lingkungannya agar tepat sasaran," jelasnya.

Dalam peresmian Rumah Padat Karya di eks lokalisasi Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo kemarin, Eri juga menyampaikan kepada jajaran Kepala PD, camat dan lurah, untuk membuat wisata offroad di kawasan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri.

"Jadi Padat Karya itu bukan hanya berupa wadah seperti ini (di Sambikerep dn Sememi) saja, ada lahan seluas 9 hektar di Bangkingan itu bisa dijadikan wisata adventure seperti di Yogyakarta atau Malang,"ungkapnya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Tolong itu segera dijalankan, sehingga padat karya itu tidak hanya seperti ini saja, tapi ada banyak jenisnya,"imbuhnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, di wilayah Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri saja, dirinya ingin lahan pemkot yang lain seperti di kawasan taman hutan raya yang ada di Pakal.

Menurutnya, lahan Balas Klumprik dan Bangkingan itu juga bisa dimanfaatkan untuk lahan peternakan.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Nanti bisa dimanfaatkan untuk pertanian, kemudian dibelikan sapi dan kambing yang kualitasnya bagus, kemudian diekspor. Jadi kalau sudah berbicara Padat Karya, itu jangan terpaku seperti yang kita resmikan kali ini," terangnya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru