Waspadai Banjir Rob, BPBD Surabaya Imbau Nelayan Tidak Melaut

Reporter : Ade Resty
Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun.

selalu.id - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya meminta para nelayan di kawasan pesisir untuk tidak melaut terlebih dahulu. Hal ini terkait peringatan banjir rob yang dikeluarkan oleh BMKG.

Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun, menyampaikan, Banjir Rob selalu terjadi setiap bulan. Hal itu karena bulan purnama yang menyebabkan adanya grativitasi. Sehingga air pasang maksimal naik ke daratan.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Ada beberapa lokasi. ndak bisa membendung bajir rob. Jadi kami memantau terus dan sosialisasi untuk menghindari lokasi yang akan terjadi," kata Ridwan, Rabu (18/5/2022).

Ridwan menyampaikan, pihaknya akan terus memantau dan akan memonitor khusus. Apalagi, musim hujan yang dapat menyebabkan banjir di pesisir.

"Pemantauan aman karena tak hujan. Kalau sudah musim hujan yang tak aman, kami bikin pos pantau,"ujarnya.

Nantinya, lanjut Ridwan, akan disesuaikan dengan warga pesisir. Apalagi, apabila terjadi angin kencang, ia menghimbau nelayan tidak melaut.

Tak hanya itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke lurah dan camat di kawasan yang dampak terkena banjir rob.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Bahaya kalau rob. Lurah dan Camat diminta untuk dialihkan lalu lintas,"jelasnya.

Sebelumnya, Prakirawan BMKG Maritim Stasiun Tanjung Perak, Ady Hermanto, menyampaikan banjir rob kali ini lebih ini terasa dari biasanya.

Kata dia, selain adanya bulan purnama, saat ini posisi bulan hampir sejajar dengan matahari.

"Jadi posisinya bumi bulan dan matahari hampir sejajar, jadi gaya grafitasi bulan semakin kuat," ujar Ady, saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Kata dia, air pasang maksimum pada banjir rob kali ini terjadi setinggi 130-150 cm meter dari permukaan laut. Air laut juga meluber hingga kedaratan.

"Kalau di daratan bisa meluber sampai antara 20 sampai 30 cm itu dari permukaan laut," pungkasnya. (Ade/SL1)

Hindari beberapa titik lokasi potensi rawan :
- Jl. Kalimas Baru Kec. Pabean Cantian
- Jl. Greges - Kalianak Kec. Asemrowo
- JI. Sukolilo Baru Kec. Bulak
- Jl. Medokan Sawah Timur Kec. Gununganyar

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru