selalu.id - Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) melakukan rukyat hilal untuk menentukan 1 Syawal 1443 Hijriah.
Pengamatan tersebut dilakukan, Observatorium Astronomi Sunan Ampel (OASA) Fakultas Syariah dan Hukum.
Minggu (1/4/2022), dimulai pukul 16.30 WIB sampai selesai di OASA kampus UINSA Gedung Twintower B Lantai 10 di Jl Ahmad Yani, Surabaya.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Hilal memungkinkan untuk terlihat dengan syarat tidak tertutup awan," kata observer OASA Muhammad Abarul Umam,.
"Kami berharap posisi hilal tidak tertutup awan, sehingga dapat terlihat dengan teleskop," imbuhnya.
Umam menjelaskan, kurang lebih ada 20 Observer terlibat dalam pemantauan hilal. Terdiri dari mahasiswa dan dosen.
Ada 7 alat teleskop manual, satu teleskop robotik yang digunakan OASA. Hingga berita ini ditulis, prosesi pemantauan hilal masih berlangsung.
"Di Jatim maksimal seharusnya 17.30 WIB sudah dapat setor data," kata Umam.
Jika memang banyak lokasi yang melihat hilal hari ini, artinya Lebaran akan jatuh besok Senin, 2 April 2022. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kemenag.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Untuk sementara hingga pukul 17.53 WIB, hilal dinyatakan terlihat di 3 lokasi di Jawa Timur. Lokasi itu antara lain di Condrodipo Gresik, Tanjung Kodok Lamongan, serta di lokasi pemantauan hilal di Mojokerto.
Ketua Falakiyah NU Jatim Shofiyullah yang menyatakan itu. "Benar, sementara ini hilal terlihat di 3 lokasi itu. Di Condrodipo Gresik, Tanjung Kodok Lamongan, dan di Mojokerto," ujarnya, Minggu (1/5/2022) petang.
Sehingga masyarakat masih menanti keputusan pemerintah dan organisasi Islam terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri 1443 Hijriah. Keputusan itu akan ditentukan dalam Sidang Isbat nanti setelah keluarnya hasil pemantauan hilal atau Rukyat di beberapa daerah.
Total, ada sebanyak 31 titik se-Jatim yang menjadi lokasi pemantauan hilal.
.
"Mulai hari ini, nanti kalau terlihat (hilal), ya, berarti besok (Senin) Hari Raya (Idul Fitri 1443 H). tapi kalau tidak terlihat di Indonesia, berarti hari rayanya mundur sehari," kata Shofiyullah.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Menurutnya 31 titik itu tersebar di sejumlah daerah se-Jatim. Mulai dari Surabaya, Gresik, Kediri, Probolinggo, Malang, hingga Blitar.
Meski begitu, pihaknya telah mengimbau kepada masyarakat, khususnya Nahdliyin, agar tetap bersabar. Pihaknya bersama pemerintah akan segera melaporkan hasil hilal.
"Saya mohon tetap menunggu hasil rukyat. Akan segera kami beritahukan ke PBNU dan segera kami laporkan ke Kemenag kemudian diisbatkan oleh Menag. PBNU nanti yang akan menyebarkannya hasilnya. Setidaknya jam 19.00 WIB sudah ada keputusannya," katanya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi