selalu.id - Aneka makanan seakan melimpah di Bulan Ramadan di Surabaya, pedagang bermunculan menyediakan menu-menu khas daerah maupun negara lain.
selalu.id mencoba mencicipi makanan khas timur tengah di kawasan Ampel Surabaya. Masakan gule plus roti maryam cukup menggoda sebagai menu berbuka puasa. Warung ini berada di kawasan Ampel, tepatnya di Jalan KH Mas Mansyur, Surabaya.
Baca juga: Dari Kari Legendaris Tokyo hingga Matcha Kyoto, Surabaya Jadi Panggung Rasa Jepang Autentik
Uniknya dari kuliner ini adalah gule dengan kuah yang dicampur kacang hijau dan dimakan dengan roti khas timur tengah, yakni roti maryam.
Kelezatan dari gule roti maryam ini, kuah kacang hijaunya yang menggoda lidah, apalagi dipadu dengan sate kambing atau palung dagingnya yang empuk. Lalu, sepotong roti maryam yang dicampur ke dalam gule, membuat cita rasa dilidah semakin lezat.
Rodiah (44), pemilik warung gule roti maryam ini, menyampaikan, bahwa dirinya sudah turun menurun menggeluti usaha ini sejak 1950an. Rodiah merupakan generasi ke lima penerus usaha gule roti maryam.
"Yang memang dari dulu roti maryam gitu, yang buat Siti Maryam. resepnya turun menurun sejak era 50an. Orang nyaman kesini, saya generasi kelima,"kata Rodiah saat ditemui di warungnya, Selasa (12/4/2022).
Rodiah mengungkapkan, gule roti maryamnya ini sangat berbeda dengan gule-gule yang lain. Karena kuah gulenya tidak mengandung micin dan tidak memakai santan.
"Perbedaannya kambing, non micin, non santan, dan kuah kacang hijau," ujarnya.
Selain itu, kata Rodiah, cara pembuatan gule ini cukup sulit. Apalagi membuat kacang hijau yang harus menunggu 4 jam untuk menjadi bubur.
"Yang membuat lama kacang hijaunya, karena dibubur sampai hancur," ungkapnya.
Baca juga: Nikmatnya Bakso Besar Legendaris Mojokerto, 50 Tahun Rasa Tetap Sama
Dalam sehari, Rodiah mengaku bisa menjual sekitar 700 porsi gule maryam. Apalagi saat bulan Ramadan, omsetnya meningkat hingga 75 persen.
"Adanya pasar Ramadan ini, meningkat sampai 75 persen,"ucapnya.
Jam buka warung ini pun bertambah selama Ramadan, yakni mulai pukul 17.00 WIB hingga 2.00 WIB.
"Kalao hari biasa (bukan Ramadan), bukanya sampai pukul 12.00 WIB," jelasnya.
Baca juga: Nikmatnya Bebek Goreng Sambel Kecombrang di Kaki Gunung Welirang Mojokerto
harga gule maryam milik Rodiah ini tak begitu mahal, satu porsi hanya Rp 15 ribu yang original yakni kacang hijau dan roti maryam saja. Jika ditambah sate kambing dan iga dibanderol dengan harga Rp 50 ribu.
"Sehari kurang lebih 5 ekor kambing. Daging pilihannya bagian iga sama tulang sum sum belakang. Yang satenya itu sampil,"terangnya.
Arif (47) salah satu pelanggan Rodiah yang mengaku sudah berlangganan sejak tahun 1987 tersebut mengaku cocok dengan masakan di warung ini.
Arif mengaku, rasa gule roti maryam milik Rodiah ini beda dengan yang lain. Menurut Arif gule di tempat lain lebih encer dan kurang berasa.
"Rasa gulenya sama kacang hijaunya itu enak. Tekstur dagingnya empuk. Kalau roti maryam ada dua varian ada yang tipis ada yang tebal, enak pokoknya," ungkapnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi