Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG

Reporter : Achmad Supriyadi
Tersangka Bambang saat diamankan Unit Resmob Polres Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto mengamankan seorang pencuri yang beraksi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari.

Pelakunya adalah Bambang, warga asal Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk. Pria 47 tahun ini diringkus tim resmob di rumah istrinya di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Baca juga: Hutan di Gunung Biru Mojokerto Terbakar, BPBD hingga Polisi Diterjunkan

Akibat pencurian ini, SPPG gagal beroperasi dan tidak bisa menyalurkan makanan bergizi gratis (MBG) ke ribuan siswa di puluhan sekolah di wilayah sekitar SPPG.

Pencuri tersebut mengambil semua barang yang berada di dalam SPPG tersebut. Barang-barang yang diambil pelaku seperti ompreng, alat makan, AC outdoor hingga kasur.

Akibat pencurian yang dilakukan oleh Bambang, SPPG tersebut gagal beroperasi dan mengganggu distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.

Pelaku berhasil diringkus oleh Tim Unit Resmob yang telah melakukan penyelidikan usai menerima laporan di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengatakan pelaku secara bertahap mengambil barang-barang yang berada di dalam SPPG itu lalu dibawa ke rumah istrinya.

"Kerugian ditaksir kurang lebih Rp80 juta rupiah. Untuk barang-barang yang hilang, jadi pelaku ini secara berurutan setiap hari mencuri barang-barang yang ada di SPPG. Pertama mulai dari outdoor AC dicuri, setelah itu hari selanjutnya dia ngambil TV, ngambil kasur, ngambil alat-alat makan, ompreng SPPG, terus ada blower fan, sampai roda kereta buat dorong-dorong makanan itu dicuri juga, sampai ada kipas angin, di VR CCTV dan segala macam," kata Aldhino, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: Pemkab Mojokerto Gandeng Puluhan Driver Ojol Cegah Rokok Ilegal dan Dapat Pembekalan Cukai

Ia menambahkan, pelaku merupakan seorang residivis dengan kasus serupa pada tahun 2007. Modus pelaku mencuri peralatan di dalam SPPG dengan memotong kawat pagar.

"Modus operandinya ini, jadi pelaku memotong kawat yang ada di pagar itu sama asbes. Jadi dia loncat ke dalam. Secara bertahap, yang bersangkutan ini masuk, ambil, bawa keluar. Pelaku ini sudah bawa sepeda motor yang disiapkan dengan peralatan untuk membawa barang-barangnya," jelas Aldhino.

Katanya, dampak pencurian yang dilakukan oleh pelaku, SPPG tidak bisa beroperasi dan tidak bisa mendistribusikan makanan bergizi gratis.

"Jadi karena SPPG ini barang-barangnya dicuri-curi sama pelaku ini, akhirnya SPPG ini tidak bisa beroperasi. Termasuk ada ompreng makan buat anak-anak itu, karena diambil, akhirnya SPPG ini tidak bisa mendistribusikan makanan-makanan ke sekolah-sekolah," beber Aldhino.

Baca juga: Viral di Mojokerto, Ibu Ajak Dua Anak dan Adiknya Curi Tas Hingga Buku di Toko

Selain meringkus pelaku pencurian, Tim Resmob juga mengamankan seorang penadah hasil barang curian. Penadah itu adalah Sunni. Ia ditangkap di Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo.

Ia juga diketahui sebagai pelaku pembobolan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Puri, pencurian ac outdoor beserta alat penangkal petir di Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BPTP).

Kemudian pencurian 13 proyektor di SMAN 1 Mojosari, pencurian di rumah mantan Wakapolda Bangka Belitung Brigjen Umardani, dan pembobolan SDN 1 Simbaringin, Kutorejo.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru