selalu.id - Pakar konstruksi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, DR. Ir. Mudji Irmawan menegaskan bahwa test pile merupakan tahapan penting dalam proses pembangunan untuk mengetahui daya dukung tanah sebelum konstruksi dilakukan.
Komentar tersebut disampaikan Mudji menanggapi polemik pelaksanaan test pile yang dilakukan PT Wulandaya Cahaya Lestari dalam proyek pembangunan yang diprotes warga hingga DPRD.
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
Menurut Mudji, secara teknis sebuah pekerjaan konstruksi terbagi menjadi dua tahapan utama, yakni pekerjaan bangunan atas dan bangunan bawah atau fondasi.
“Fondasi itu kita ada dua masalah, diameter dan kedalaman. Apa yang perlu diperhatikan dalam fondasi ini adalah daya dukung tanah, karena tidak dapat diprediksi dengan tepat daya dukungnya,” terangnya kepada selalu.id, Senin (8/6/2026).
Mudji menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan gedung, jembatan maupun konstruksi lainnya sangat ditentukan oleh kemampuan tanah menopang beban bangunan yang akan berdiri di atasnya.
Karena itu, pengujian pondasi melalui test pile menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tanah sesuai dengan kebutuhan desain konstruksi yang telah direncanakan.
Dosen Teknik Sipil ITS ini menyatakan bahwa test pile dilakukan untuk mengetahui kemampuan tanah dalam menerima beban sekaligus menentukan apakah tiang pancang yang dipasang dapat digunakan atau tidak.
“Nanti hasilnya akan ada dua, yaitu use pile dan unused pile. Itu pile yang bisa digunakan atau tidak bisa digunakan. Tes tersebut dilakukan sebelum kita membangun,” paparnya.
Mudji mengatakan bahwa sebelum melaksanakan test pile, pemrakarsa proyek wajib mengajukan permohonan khusus yang berbeda dari izin pembangunan utama.
Baca juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya
Pengujian tersebut hanya dilakukan pada sebagian kecil area yang umumnya berkisar antara dua hingga lima persen dari kebutuhan pondasi keseluruhan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari proses teknis yang lazim dilakukan untuk meminimalkan risiko kegagalan struktur saat proyek memasuki tahap pembangunan.
Selain aspek teknis, Mudji juga menyoroti pentingnya komunikasi antara pelaksana proyek dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
Ia menilai pemrakarsa proyek perlu melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan kepada warga mengenai aktivitas yang akan dilakukan, termasuk potensi dampak yang mungkin timbul selama proses pengujian maupun pembangunan berlangsung.
Baca juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari
“Mereka harus kulonuwun-lah. Pendekatan kepada warga. Mungkin yang paling penting dalam laporan ke warga adalah apakah ada dampak dalam proyek tersebut,” jelas Mudji.
Sebagai Wakil Direktur PT ITS Tekno, Mudji menegaskan bahwa test pile atau pengujian kekuatan tiang pancang merupakan kebutuhan teknis yang tidak dapat diabaikan dalam sebuah proyek konstruksi.
Hasil pengujian tersebut menjadi dasar penting bagi perencana dan pelaksana proyek untuk memastikan keamanan bangunan serta mengurangi potensi risiko konstruksi di kemudian hari.
Dengan mengetahui kondisi tanah secara akurat sejak awal, proses pembangunan dapat dilakukan dengan perhitungan yang lebih tepat sehingga keselamatan struktur bangunan tetap terjamin sesuai standar teknik yang berlaku.
Editor : Zein Muhammad