Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Reporter : Moris Mangke
Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) saat menggelar Malaysia Healthcare Expo (MHX) Surabaya 2026 di Tunjungan Plaza 3. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menggelar Malaysia Healthcare Expo (MHX) Surabaya 2026 di Tunjungan Plaza 3, Jumat (22/5/2026).

Acara itu menghadirkan 20 rumah sakit unggulan Malaysia untuk membidik tingginya minat warga Surabaya berobat ke Negeri Jiran.

Baca juga: JKN di Jalan Persimpangan: Menguji Janji Tiga Reformasi

Dalam acara yang bertema Healing Meets Hospitality tersebut berlangsung selama 21–24 Mei 2026 dan menghadirkan berbagai penawaran layanan kesehatan, konsultasi medis, hingga promo perawatan dari rumah sakit-rumah sakit ternama di Malaysia.

Head of Indonesia Market MHTC, Rahmatullah Baragau mengatakan, Surabaya dipilih karena menjadi salah satu pasar terbesar wisata medis Malaysia sejak beberapa tahun terakhir.

“Karena memang dari data kami juga, pasien dari Surabaya itu memang selalu menyambut wisata medis yang kami tawarkan dari Malaysia Healthcare. Dan juga pastinya itu penawaran-penawaran dan promo-promo yang dibawa oleh rumah sakit-rumah sakit yang ada di expo ini,” terangnya saat pembukaan MHX Surabaya 2026.

Rahmatullah menjelaskan, pihaknya menyesuaikan berbagai program layanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat Surabaya dan Jawa Timur yang selama ini rutin berobat ke Malaysia.

Ia menyebut faktor geografis serta kedekatan budaya menjadi alasan utama masyarakat Indonesia merasa nyaman menjalani pengobatan di Malaysia.

“Kami lebih dekat secara geografis karena penerbangan tidak sampai tiga jam. Selain itu, kedekatan budaya membuat pasien merasa lebih nyaman untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit Malaysia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Billy Daniel Messakh menyebut Malaysia masih menjadi tujuan utama warga Surabaya yang memilih berobat ke luar negeri.

Baca juga: Cegah Penyakit TBC, Dinkes Surabaya Gandeng Ahli dari Cina-Korea

Menurut Billy, sekitar 40 persen warga Surabaya yang menjalani pengobatan di luar negeri memilih Malaysia sebagai destinasi layanan kesehatan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan Malaysia menarik jutaan wisatawan medis setiap tahun,” katanya.

Billy menilai integrasi pelayanan kesehatan dengan sektor pariwisata, transportasi, hingga pelayanan keimigrasian di Malaysia menjadi contoh yang dapat diterapkan pemerintah daerah dalam memperkuat layanan kesehatan di Surabaya.

“Hal itu dapat menjadi referensi bagi kami pemerintah daerah dalam mengembangkan ekosistem layanan kesehatan yang lebih kompetitif,” papar mantan Kepala RSUD dr. Muhamad Soewandhie Surabaya tersebut.

Chief Executive Officer MHTC, Suriaghandi Suppiah menambahkan bahwa Indonesia masih menjadi penyumbang terbesar industri wisata medis Malaysia.

Baca juga: RSD Kalisat Jember Perkuat SDM Lewat Pelatihan Leadership dan Humas

“Pasien Indonesia masih menjadi salah satu kontributor terbesar industri wisata medis Malaysia dengan kontribusi pendapatan mencapai RM2,2 miliar, dan lebih dari 970 ribu wisatawan kesehatan sepanjang 2025. Surabaya menyumbang sekitar 75 persen wisatawan kesehatan asal Jawa Timur yang berobat ke Malaysia,” jelasnya.

Dalam acara ini, sejumlah rumah sakit ternama juga hadir, di antaranya Island Hospital Penang, Institut Jantung Negara (IJN), Mahkota Medical Centre, Subang Jaya Medical Centre, Alpha IVF & Women’s Specialists, dan Beacon Hospital.

Kemudian GenPrime Everlink Fertility Centre, Hospital Picaso, Damansara Specialist Hospital 2, MSU Medical Centre, Sunway Medical Centre Sunway City Kuala Lumpur, Thomson Hospital Kota Damansara, UM Specialist Centre (UMSC), dan RS KPJ Penang.

Selain itu, LohGuanLye Specialists Centre, Northern Heart Hospital Penang, Penang Adventist Hospital, Sunway Medical Centre Penang, dan Regency Specialist Hospital. Sementara itu KPJ Kuching Specialist Hospital turut berpartisipasi dalam paviliun Sarawak Tourism Board.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru