selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya berencana membongkar Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Pasar Turi menyusul masuknya pedagang ke Pasar Turi Baru.
"Jadi konsepnya adalah semua pedagang masuk baru dapat kita bongkar gitu ya," Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya, Fauzi Mustaqiem Yos, saat ditemui, Senin (14/3/2022).
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Yos menjelaskan, sebelum para pedagang masuk ke Pasar Turi Baru. Sarana prasarana yang ada di dalam harus disiapkan serta persyaratan perizinan harus sudah lengkap.
"Kemudian masalah biaya-biaya masalah yang lain dengan temen-temen investor Itu juga semua sudah clear. Kita tidak pingin ada konflik antara pedagang dengan teman-teman investor, kita dari pemerintah kota itu memfasilitasi," jelasnya.
Berdasarkan data dari Dinkopumdag, Yos menyampaikan, jumlah seluruh pedagang sekitar 3780. Pedagang tersebut sebagian besar sudah mempunyai stand sendiri.
"Mereka sudah punya kunci tinggal mereka masuknya saja kapan. Tapi mereka belum mau masuk. Karena mungkin beberapa hal, karena listriknya masih kecil, belum siap eskalator mungkin belum jalan gitu tapi ada yang masih kosong," tuturnya.
Lebih lanjut Yos menyampaikan, untuk stand pedagang baru nantinya ada di lantai 4 ke atas. Untuk pedagang lama sendiri itu berada di lantai lower G sampai lantai 1, 2, dan 3.
"Untuk pedagang yang lama yang jumlahnya tadi 380 itu tadi Kalau kosong. Tapi yang jelas mulai lantai empat lima untuk pedagang baru,"tuturnya.
Untuk jumlah stan pedagang di Pasar Turi, Yos menyebut sekitar 5 ribu stan. Selain itu stand yang kosong sekitar 2 ribuan,
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Insya Allah kalau mau daftar jadi lantai di lantai 4 itu kan ada food court itu semua tapi oleh lantai 4 ke atas itu untuk berdagang baru," terangnya.
Yos mengaku, persiapan keseluruhan Pasar Turi Baru tersebut sudah 90 persen, lalu 10 persennya masih permasalah terkait perizinan. Yakni diantaranya masalah sarana prasarana, kemudian masalah infrastruktur.
"243 pedagang di TPS itu yang masih bertahan tapi sebagian besar mereka sudah punya stan di Pasar Turi baru. Mereka belum mau masuk karena Belum siap,"ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Baru Pedagang Pasar Turi, Tan Alung Candra Lesmana, menyampaikan bahwa para pedagang TPS ingin menunggu pembongkaran TPS terlebih dahulu.
"Pedagang ingin menunggu pembongkar TPS baru renovasi stand kalau itu sampek gak jadi pembongkaran TPS itu percuma," kata Chandra.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Chandra menjelaskan bahwa yang disampaikan para pedagang Pasar Turi, menurutnya, pembongkaran TPS harus secepat mungkin dilakukan. Sebab hal tersebut membantu Pemkot untuk realisasi penandatangan adendum.
"Kita mempersiapkan masuk satu dua hari. Grand opening tanggal 22 belum siap. Begitu dibongkar hari ini akan masuk ke barat. Karena kami perwakilan pedagang yang baru," ucapnya.
Dirinya berharap Pemkot Surabaya untuk segera membongkar TPS tersebut dan cepat direalisasikan. Sehingga kelihatan bentuk fisik dari Pasar Turi Baru.
"Kalau ada penampungan percuma. Pernah gagal di tahun 2016 kita masuk terus masih ada penampungan kita rugi. Jadi mereka (pedagang) trauma inginnya satu TPS bongkar siap masuk itu yang diharapkan semua,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi