selalu.id - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak Surabaya menyambut baik wacana penggunaan X-ray di pelabuhan.
Ini menyusul sebelumnya terjadi kasus penyelundupan 209 ekor satwa liar yang ditemukan di KM Dharma Rucitra VII.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
KSOP pun kini membuka peluang penguatan sistem pengawasan melalui penerapan teknologi yang lebih modern.
Plt Kasi Patroli dan Penindakan KSOP Tanjung Perak, Saifullah menyatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi dinamika lapangan yang harus dijawab dengan perbaikan sistem, termasuk dalam aspek deteksi muatan yang disembunyikan.
Menanggapi harapan berbagai pihak akan adanya alat pendeteksi seperti X-ray di pelabuhan dan kapal, Saifullah menyambut baik usulan tersebut.
Ia mengatakan bahwa teknologi tersebut akan menjadi nilai tambah yang signifikan mengingat kompleksitas arus barang di Tanjung Perak.
“Kalau memang ke depan diterapkan penggunaan X-ray untuk moda transportasi laut, baik besar maupun kecil, itu sangat diharapkan semua pihak dapat mendukung. Ini tentu untuk memperkuat sistem pengawasan secara menyeluruh,” terangnya kepada selalu.id, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Saat ini, kata Saifullah, pengawasan dilakukan berdasarkan parameter operasional dan pembagian tugas yang jelas antar instansi.
Namun, dengan volume logistik yang sangat tinggi, dukungan teknologi sangat diperlukan untuk meminimalisir celah penyelundupan.
“Skala operasional dan kompleksitas logistik menjadi faktor yang sangat diperhitungkan. Oleh karena itu, penggunaan teknologi akan sangat membantu efektivitas,” jelasnya.
Baca juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya
Meski begitu, selain penambahan alat, KSOP juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan perusahaan pelayaran.
Kesadaran untuk mematuhi aturan dan kejujuran dalam pelaporan muatan dinilai sebagai faktor kunci agar sistem pengawasan berjalan efektif.
“Kami terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Sinergi antara teknologi, aparat, dan pengguna jasa menjadi kunci ke depan,” kata Saifullah.
Editor : Zein Muhammad