selalu.id - Revitalisasi gedung eks Hi-Tech Mall Surabaya terus berjalan dan kini telah mencapai sekitar 80 persen.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan bangunan legendaris tersebut segera bertransformasi menjadi pusat komunitas anak muda, UMKM, hingga perkantoran pemerintah dengan konsep “mini exposure”.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Rute Transportasi Dari Kampus Hingga ke Kos Mahasiswa
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya, Iman Kristian, menjelaskan bahwa saat ini pengerjaan difokuskan pada penyempurnaan struktur kolom, lantai, serta penambahan fasilitas kamar mandi.
Perbaikan mekanikal dan elektrikal, termasuk pemeliharaan eskalator, juga masih berlangsung.
“Progres fisik saat ini berada di kisaran 70 sampai 80 persen. Kami menargetkan area basement bisa beroperasi lebih awal. Sedangkan lantai tiga diproyeksikan selesai pada Juli, kemudian disusul lantai satu dan dua secara bertahap,” jelas Iman, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, konsep utama revitalisasi gedung eks Hi-Tech Mall adalah membangun ekosistem kreatif bagi anak muda Surabaya.
Area basement nantinya akan menyediakan ruang bagi berbagai industri kreatif, seperti usaha custom motor dan unit bisnis kreatif lainnya.
Saat ini, puluhan tenant telah menyatakan minat untuk bergabung. Dalam waktu dekat, lokasi masing-masing tenant akan ditentukan agar mereka dapat mulai menata interior ruang usahanya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan tahap awal pembukaan akan dimulai dari area basement yang ditargetkan dapat diresmikan pada Mei atau paling lambat Juni 2026.
Area ini diproyeksikan sebagai ruang berkumpul berbagai komunitas anak muda, mulai dari komunitas motor hingga aktivitas kreatif lainnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Segera Cairkan THR Bagi PPPK Penuh dan Paruh Waktu
“Insya Allah bulan Mei kita resmikan yang lantai basement. Yang di bawah untuk komunitas, sedangkan yang di atas lebih ke arah komersial,” jelasnya.
Selain menjadi ruang komunitas, gedung tersebut juga akan menampung berbagai aktivitas ekonomi kreatif.
Pemkot bahkan berencana menggratiskan biaya sewa bagi komunitas dan pelaku usaha selama enam bulan hingga satu tahun pertama sebagai tahap awal pengembangan.
Menurut Eri, langkah ini dilakukan untuk mendorong munculnya ekosistem kreatif yang saling terhubung di dalam satu kawasan. Nantinya, komunitas, pelaku UMKM, hingga seniman akan dikurasi agar memiliki konektivitas antar sektor.
“Konsepnya memang mini exposure untuk memajukan ekonomi kreatif. Kami berharap ini menjadi tempatnya anak muda Surabaya,” katanya.
Baca juga: DPRD Surabaya Ingatkan ASN Harus Optimal Layani Publik saat Lebaran
Dalam rencana pengembangan tersebut, lantai dua akan difungsikan sebagai ruang kantor bagi sejumlah perangkat daerah yang saat ini masih berkantor di luar kawasan Jimerto.
Area ini juga akan menampung beberapa organisasi seperti Komite Olahraga Masyarakat Indonesia, Karang Taruna, serta Rumah Bahasa yang sebelumnya berada di Balai Pemuda.
Sementara itu, pedagang IT dan komputer yang sebelumnya menjadi ciri khas Hi-Tech Mall tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas lama gedung tersebut.
Untuk lantai tiga, area bekas bioskop akan diubah menjadi ruang multifungsi yang dapat digunakan sebagai gedung pertemuan, tempat resepsi pernikahan, hingga lokasi mini konser dan kegiatan olahraga.
Editor : Zein Muhammad