Satpol PP Surabaya Bentuk Satuan Pariwisata, Begini Tugasnya

Reporter : Ade Resty
Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membentuk Satpol PP Pariwisata pada bulan maret ini. Sebelumnya, Satpol PP Pariwisata ini telah diresmikan di Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP, Jumat (4/3/2022) lalu.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan, untuk tugas Satpol PP Pariwisata salah satunya adalah menjaga Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk tetap menjaga kebersihan.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Satpol PP pariwisata ini gimana dia bisa humanis dan menjaga PKL yang ada di jalan. Nanti jual cuma malam, kalau pagi tidak. Contohnya di kedungdoro kan tiap malam ada PKL. Ini kedekatan humanis," kata Eddy, Senin (7/2/2022).

Eddy menjelaskan bahwa mereka juga akan menjaga protokol kesehatan warga dan pengunjung di jalanan. Satpol PP Pariwisata ini ditugasi untuk mengingatkan warga dengan humanis.

"Mohon protokol kesehatan tetap dijaga," ujarnya.

Lebih lanjut Eddy menjelaskan bahwa Satpol PP Pariwisata memiliki tugas utama untuk bersikap humanis. Mereka akan bertugas di tempat-tempat wisata.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

"Tugasnya di pedestrian, tempat wisata juga," kata Eddy.

Sesuai pesan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Satpol PP Pariwisata ini wajib bersikap humanis. Sebab mereka akan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Pak wali memberi motivasi Satpol PP hadir untuk rakyat Surabaya. Kita bagian dari rakyat. Institusi Satpol PP ini berbeda karena kita lahir dari rakyat jadi harus memberi keamanan dan kesejahteraan bagi rakyat," urainya.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Eddy menambahkan, salah satu pembeda Satpol PP Pariwisata dengan yang biasa, adalah kostum atau pakaian dinas. Satpol PP Pariwisata akan mengenakan pakaian dengan dasi.

"Sudah diresmikan Pak Wali. Satpol PP Pariwisata pakai dasi," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru