TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Reporter : Dony Maulana
TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026. (Dok. TPK Banjarmasin).

selalu.id – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal dan Kolaboratif”, TPK Banjarmasin menggelar serangkaian program HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal.

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi di lini operasional, sekaligus meletakkan fondasi yang kokoh bagi terciptanya ekosistem pelabuhan yang aman, produktif, dan mencapai standar High Performance Zero Accident.

Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat ekosistem keselamatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pegawai hingga mitra kerja eksternal.

"Keselamatan adalah pondasi utama dari produktivitas. Melalui tema High Performance Zero Accident, kami ingin memastikan bahwa setiap individu yang memasuki area TPK Banjarmasin memiliki kesadaran penuh (awareness) bahwa mereka harus pulang dalam kondisi selamat, sama seperti saat mereka datang. Bulan K3 ini kami isi dengan tindakan preventif dan edukatif yang menyasar seluruh lini operasi," kata Sirin, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan diawali dengan Drill dan Simulasi Tanggap Darurat yang mempraktikkan skenario penanganan ISO Tank bocor dan evakuasi petugas cedera di area Dangerous Goods (CY 1 Blok X) & Penggunaan APAB (Alat Pemadam Api Berat) juga APAR (Alat Pemadam Api Ringan).

Latihan ini bertujuan menguji kecepatan respon tim Emergency Response serta kesiapan infrastruktur evakuasi terminal dalam menghadapi potensi insiden berisiko tinggi secara nyata.

Di hari berikutnya juga dilaksanakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar oleh Tim Klinik K3 yang membekali pekerja lapangan dengan kemampuan pertolongan pertama (P3K).

TPK Banjarmasin juga berkolaborasi dengan seluruh entitas Pelindo Group melaksanakan Donor Darah yang berhasil mengumpulkan 159 kantong darah.

Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

Di sisi safety awareness, digelar sosialisasi 2 hari berturut-turut yang diikuti mulai dari Operator Head Truck (HT), Pengemudi Truk Eksternal, dan TKBM.

Mengingat peran vital mereka dalam operasional bongkar muat, forum ini menjadi wadah diskusi sekaligus menekankan agar pekerja senantiasa lebih berhati-hati saat bekerja.

Aris Permana, salah satu peserta Safety Awareness dari JPT Perdana Sekawan Perkasa, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh TPK Banjarmasin sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran keselamatan kerja di lingkungan terminal.

“Kegiatan Safety Awareness ini sangat membantu kami untuk lebih memahami potensi risiko kerja di terminal petikemas. Ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab kami sebagai pekerja di lapangan,” jelasnya.

Baca juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Melengkapi rangkaian kegiatan bulan K3 di TPK Banjarmasin, dilaksanakan Management Walkthrough untuk melihat penerapan K3 secara secara langsung di lapangan dan bersama pekerja melaksanakan penanaman pohon di area terminal untuk mendukung konsep Green Port serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih asri dan sehat.

Management TPK Banjarmasin menegaskan inisiatif Safety Awareness dipastikan tidak akan berhenti sebatas seremonial Bulan K3 semata. Momentum ini justru dimaksimalkan sebagai pengingat krusial bagi seluruh pihak untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) secara berkelanjutan.

Langkah ini mutlak diperlukan demi memastikan tercapainya kinerja operasional yang unggul dan produktif dengan tetap mempertahankan prinsip nihil kecelakaan kerja (zero accident).

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru