selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menambah infrastruktur pengendalian banjir menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Februari 2026.
Langkah yang disiapkan yakni pembangunan rumah pompa baru, normalisasi saluran, hingga peningkatan kapasitas sejumlah sistem drainase. Namun, ratusan titik genangan masih menjadi pekerjaan rumah.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan lima rumah pompa baru akan dibangun di beberapa lokasi rawan, di antaranya sekitar Gereja Bethany, kawasan Semolo, Nginden, serta Teluk Betung di kawasan Teluk Kumai.
“Ada lima tambahan rumah pompa. Bulan ini dan bulan depan masuk proses lelang," sebut Hidayat, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Dengan tambahan tersebut, jumlah rumah pompa di Surabaya akan bertambah dari sebelumnya 85 unit.
Selain pembangunan baru, pemkot juga melakukan normalisasi saluran dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat serta tenaga satuan tugas (Satgas).
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Normalisasi disebut difokuskan pada kawasan dengan pendangkalan tinggi, seperti Simo Kalangan. Satgas kecamatan juga dilibatkan untuk membersihkan saluran lingkungan warga.
Editor : Zein Muhammad