selalu.id - Komisi C DPRD Surabaya menyoroti serius persoalan tanggul dan banjir yang kembali terjadi di sejumlah titik rawan saat hujan lebat mengguyur Kota Pahlawan. Salah satunya, tanggul jebol di wilayah Pakis.
DPRD menilai, persoalan banjir yang berulang di lokasi yang sama menunjukkan perlunya tindakan nyata dan terobosan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menegaskan instruksi Wali Kota Surabaya terkait penanganan banjir harus diterjemahkan secara konkret di lapangan oleh kepala dinas terkait, khususnya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).
“Perlu tindakan nyata dan terobosan dari kepala dinas untuk menerjemahkan instruksi wali kota. Karena faktanya, banjir masih terjadi di titik yang sama setiap kali hujan lebat,” ujar Achmad, kepada selalu.id, Senin (5/1/2026).
Politisi Golkar itu menilai, mitigasi banjir yang dilakukan seharusnya mampu meminimalkan risiko kejadian, termasuk mencegah kondisi tanggul hingga berada pada situasi kritis atau nyaris jebol.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
“Kalau mitigasinya tepat, kejadian tidak sampai separah itu. Artinya, masih ada yang perlu dievaluasi dalam perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.
Achmad juga mendorong adanya penguatan kerja sama lintas OPD dan pemerintah kecamatan dengan DSDABM. Menurutnya, pengawasan dan pemeliharaan drainase tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja.
“Perlu kerja sama lintas OPD dan kecamatan untuk saling memelihara dan mengawasi fungsi drainase agar benar-benar berfungsi maksimal,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Selain itu, DPRD meminta agar Pemkot Surabaya menyusun standar operasional prosedur (SOP) bersama sebagai pedoman penanganan banjir. SOP tersebut dinilai penting agar seluruh pihak memiliki satu visi dan pandangan yang sama.
“Harus ada SOP bersama, supaya penanganan banjir sejalan dengan visi wali kota, yakni Surabaya bebas banjir,” pungkas Achmad.
Editor : Yasin