Karyawan Makanan Beku di Mojokerto Digendam 2 WNA, Uang Rp 1 Juta Raib

Reporter : Achmad Supriyadi
Rekaman CCTV aksi penggendaman

selalu.id - Pria dan wanita Warga Negara Asing (WNA) melakukan aksi gendam kepada karyawan makanan beku atau frozen food di Jalan Airlangga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Gendam atau hipnotis yang dilakukan pelaku ini terekam kamera pengintai toko. Dua WNA yakni seorang pria dan perempuan tersebut berjalan kaki lalu masuk ke toko yang berada di pinggir jalan.

Baca juga: Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Pelaku pria mengenakan baju lengan panjang berwarna putih, celana panjang dan bertopi. Sedangkan, perempuan yang berjilbab warna oranye dan memakai baju gamis.

Karyawan toko makanan beku, Rahma Septia Jazumba (24) mengatakan, ciri-ciri pelaku pria berperawakan badan tinggi besar.

"Orangnya itu tinggi, besar. Terus ada brewoknya sama kumisnya. Orang luar,
Benar-benar orang luar (Warga Negara Asing). Awalnya dia sendiri datang, panggil-panggil, minta kecap-kecap. Kalau kecap dalam Bahasa Inggris kan berarti saus tomat, terus tak tunjukin sebelah sana," kata Rahma, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, saat hendak melancarkan aksi gendamnya, suasana toko lagi ramai. Kemudian pelaku pria memanggil perempuan yang berjilbab.

Baca juga: Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

"Entah Istrinya atau rekannya gitu. Langsung disuruh stay di sini. Orangnya keliling-keliling lagi. Terus pas agak sepi, dia bilang minta tukar. Dia bawa lima puluhan dua, minta seratus ribu kan. Terus seratus ribu itu tadi dituker, mintanya yang baru. Terus kita bilangin baru yang mana. Baru yang itu, itu. Sambil nunjuk itu.Tapi kan dia memang kayak keterbatasan bahasa Indonesia atau memang pura-pura, saya kan juga nggak tahu. Terus pas rame lagi, orangnya pergi lagi," ungkapnya.

Aksi keduanya gagal, pelaku pria ini kembali mencoba dengan kembali membeli makanan beku di toko tersebut sambil melakukan kontak fisik dengan karyawan toko.

"Milih-milih lagi, beli lagi. Terus pas puncaknya benar-benar toko sepi itu. Baru benar-benar dia tukar sambil langsung kontak fisik. Pegang uang sampai geledah-geledah lagi. Geledah gini, sampai ditutup gini, digeledah-geledah gini. Sampai tangannya itu gerak. Sampai dibawa-bawa gitu," jelasnya.

Baca juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Menurut Rahma, dirinya baru sadar sudah menjadi korban gendam setelah pelaku pergi dan menghitung hasil jumlah penjualan.

"Pas orangnya pergi, terus kita hitung uangnya itu. Hitungan japitanku per satu jutanya itu kurang satu ikat lebih. Total kerugian Rp 1,150 juta," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru