PPKM Level 3, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dibuka 25 Persen

Reporter : Ade Resty
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya sudah menerapkan 25 persen dari kapasitas siswa di masing-masing Sekolah sejak Jumat (18/2/2022) kemarin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, karena kasus Covid-19 terus meningkat, sehingga Pemkot menerapkan PTM 25 persen dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Iya PTM kita lakukan 25 persen karena Covid-19 meningkat, tapi kita tetap lakukan dengan prokes, percepatan vaksin," ujar Eri, Minggu (20/2/2022).

Eri menjelaskan bahwa kebijakan PTM 25 persen sesuai inmendagri nomor 11 tahun 2022 karena Surabaya memasuki PPKM level 3.

"Kita harus ikut, yang penting tetap jalankan inmedagri. Nanti kita koordinasi lah sama guru-guru di Surabaya,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Yusuf Masruf, menjelaskan Bahwa teknis PTM 25 persen ini akan dibagi menjadi dua sesi, yakni 50 persen daring, sementara 50 persen lainnya luring, siswa luring tersebut yang akan dibagi menjadi dua sesi.

"50 persen masuk dan dibuat dua shift, 25 persen, 25 persen, terus hybridnya tetap 50 persen," tuturnya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Selain itu, kata Yusuf, berlakunya 25 persen PTM ini akan dilakukan secara bertahap, hal itu dilakukan karena pihak sekolah masih berkoordinasi dengan orang tua murid.

"Ini kan harus koordinasi dengan orangtua termasuk didalamnya kan orangtua mesti izin," jelas Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan PTM ini akan menyesuaikan kondisi sekolah. Apabila sekolah memiliki ruang kelas cukup besar maka kapasitas bisa diperbesar.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Selain itu, lanjut ia, ketika ada siswa yang izin maka, jumlah siswa yang mengikuti PTM juga bisa ditambah

"Bisa jadi tidak dua shift, kalau ruang kelas luas bisa juga sekolah menyesuaikan, jadi tidak mutlak itu (25 persen)," tuturnya.

Yusuf menambahkan, bahwa PTM 25 persen ini akan menyesuaikan perkembangan Covid-19 di kota Surabaya. Ketika angka Covid-19 mulai membaik maka kapasitas PTM pun akan ditambah.

"Saya yakin sekolah akan mencari yang terbaik untuk pembelajaran PTM dan perkembangan anak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru