Terbentur Aturan PPKM, Persatuan Seniman Dalang Sambat ke Menko Airlangga

Reporter : Ade Resty
Persatuan Pedalang Indonesia (Pepadi) bersama Menko Airlangga di Surabaya

selalu.id - Persatuan Pendalang Indonesia (Pepadi) Jawa Timur menyampaikan kekeluhanya sepinya jadwal manggung selama pandemi Covid-19 kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Surabaya.

"Tentu saya sampaikan kalau situasi PPKM level 2 itu tidak ada hambatan. Kalau PPKM level 3 harus ada pembatasan," kata Airlangga, usai rapat bersama Pepadi di Hotel JW Marriott, Surabaya pada Sabtu (19/2/2022).

Baca juga: Pagelaran Angklung Meriahkan Peringatan Hari Ibu 2024 di PT SIER

Airlangga juga mengatakan bahwa pertunjukan seni wayang ini berbeda dengan kesenian pertunjukan bioskop atau seni yang ruang tertutup, karena seni wayang butuh waktu yang panjang.

"Nah wayang di ruang terbuka dan biasanya waktunya panjang lewat tengah malam. Kalau yang nanggap wayangnya tidak ada, penontonya berkurang, tadi saya sudah sampaikan insentif apa yang bisa diberikan pemerintah," jelasnya.

Lebih lanjut Airlangga juga mengatakan bahwa Pepadi ingin pemerintah, terutama pemerintah pusat lebih membantu kesenian wayang termasuk para dalang.

"Seperti mensupport pembuatan gamelan sebab bahan baku gamelan juga mahal," jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Pepadi, Kukuh Setiabudi, menyampaikan, seniman pendalang selama pandemi Covid-19 termasuk paling terdampak hingga sepinya tawaran panggung.

"Seniman pendalang seperti kami adalah yang paling terdampak saat pandemi covid-19, alhamdulilah apa yang kami sampaikan sudah direspon baik oleh pak Menko dan mudah-mudahan tidak dalam waktu yang panjang, pada senin dalang ini bebas lagi berkiprah," ucap Kukuh.

Baca juga: Diklaim jadi Pameran Seni Rupa Terbesar di Surabaya, Begini Ulasan ARTSUBS 2024

Kukuh menceritakan, selama pandemi, seniman pendalang seperti dirinya sangat sulit untuk mendapatkan tawaran manggung meskipun PPKM sudah turun.

"Aturan dari pusat sudah memperbolehkan, tapi kami dibenturkan oleh pemerintahan dari bawan. Ya RT saja bisa membubarkan aksi kami," katanya.

Padahal, lanjut Kukuh, dalam satu kali pertunjukan wayang, seniman dalang bisa membawa lebih dari 30 orang.

"Jadi secara ekonomi memang seniman terutama yang perdalangan sangat terdampak pandemi," ujarnya.

Baca juga: Favehotel Ajak Anak Muda Kreatif Melalui Seni Kolase

Maka dari itu, dengan adanya pertemuan dengan Menko Perkonomian ini bisa menjadi jembatan agar seniman pendalang bisa berkiprah kembali.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, teman-teman dalang ini bebas lagi berkiprah tanpa harus dibenturkan dari bawah," katanya.

Kukuh menegaskan, seniman tidak bisa berdiri sendiri. Maka dari itu dirinya berharap adanya perhatian dan kerjasama dari pemerintah dan masyarakat.

"Kami seniman tanpa didukung pemerintah juga tidak mungkin. Kami juga mengikuti aturan dan kebijakan, jadi mohon kiranya kami diberi kelonggaran," terangya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru