Tidak Ada Penutupan Pelabuhan, Penanganan Peti Kemas Terpapar Cesium Berjalan Aman

Reporter : Dony Maulana

selalu.id – Kegiatan bongkar muat atas muatan produk ekspor yang dikirim kembali ke Indonesia karena terpapar Cesium-137 berlangsung aman dan lancar.

 

Baca juga: TPS Raih 4 Penghargaan Dalam Kinerja dan Penerapan Manajemen Risiko

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan dengan pengawasan ketat dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama sejumlah instansi terkait.

 

Penanganan dilakukan sesuai dengan prosedur standar operasional untuk muatan barang berbahaya di atas kapal. Sebelum peti kemas dibongkar, Bapeten terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dengan metode tes usap pada titik paparan tertinggi. Hasilnya menunjukkan tidak ada kontaminasi pada permukaan luar kontainer.

Baca juga: Sinergi hingga Komunikasi, Strategi TPS dalam Pastikan Kebermanfaatan Berkelanjutan

 

Agustinus menjelaskan, setelah pemeriksaan, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) menerbitkan Certificate of Pratique sebagai izin kesehatan kapal. Selanjutnya, peti kemas diperbolehkan diturunkan dari kapal untuk pemeriksaan lanjutan menggunakan alat Radiation Portal Monitor (RPM).

Baca juga: Cantiknya Kartini Terminal Petikemas Surabaya: Hadir Percaya Diri dalam Berbagai Peran

 

“Selama kegiatan tersebut, pelabuhan tidak ditutup. Aktivitas bongkar muat peti kemas lainnya tetap berlangsung normal. Hal ini dibuktikan dengan kegiatan bongkar muat di TPS Surabaya yang bersamaan dilakukan atas kapal Sinar Sulawesi, CMA CGM Dolomites, dan SPIL Niken,” tegas Agustinus.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru