Jawab Keluhan Warga, Pertamina Temukan Pertalite di Surabaya Bebas Pencemaran

Reporter : Dony Maulana
Caption : Dirjen Migas, Laode Sulaeman sedang melakukan pengecekan BBB di SPBU Jalan Kayoon Surabaya.

selalu.id – Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kualitas Pertalite dengan melakukan uji sampel bahan bakar di sejumlah SPBU di Surabaya, Rabu (29/10/2025). Hasil pemeriksaan menunjukkan Pertalite tidak mengandung air, bebas kontaminasi, dan tidak terdapat etanol dalam komposisinya.

 

Baca juga: DPR, Wali Kota Eri Cahyadi, dan DPRD Surabaya All Out Tuntaskan Sengketa Eigendom

Uji dilakukan di SPBU Jalan Kayoon, Surabaya, dengan dua metode pengujian langsung oleh Ditjen Migas. Pertama, pemeriksaan kandungan air menggunakan pasta air. Hasilnya menunjukkan warna pasta tetap kuning, menandakan tidak ada kandungan air dalam tandon. Kedua, uji visual untuk mendeteksi adanya pengotor atau kontaminan lain. Hasilnya, Pertalite dinyatakan jernih dan bersih dari kontaminasi.

 

"Pada hari ini Ditjen Migas melakukan uji sampel di dua SPBU, yakni di Gresik dan Surabaya, dengan hasil baik. BBM Pertalite tanpa kandungan air dan tidak terkontaminasi," ujar Dirjen Migas, Laode Sulaeman, di lokasi.

 

Baca juga: Wali Kota Eri dan Wakil DPR RI Adies Kadir Perjuangkan Warga Surabaya Buka Blokir Tanah Eigendom

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan pula bahwa Pertalite tidak mengandung etanol. "Kandungan etanol 5 persen hanya ada di produk Pertamax Green 95 yang diluncurkan pada 2023 oleh Pertamina, dan sejauh ini tidak ada kendala," katanya.

 

Sementara itu, salah satu pengguna Pertalite, Irul Putra, mengaku sempat merasakan perbedaan saat mengisi bahan bakar di SPBU Jalan Bromo Surabaya. "Setelah mengisi Pertalite, terasa ada yang beda," ungkapnya.

Baca juga: Pertamina Tanggung Servis Gratis Motor Brebet Akibat Pertalite, Siapkan Servis Gratis di 32 Bengkel

 

Pertamina Patra Niaga memastikan uji serupa akan dilakukan di sejumlah daerah lain yang menerima laporan keluhan. Masyarakat yang mengalami kendala disarankan melapor ke SPBU tempat pengisian terakhir dengan membawa nota pembelian, fotokopi KTP, sampel BBM dari kendaraan, serta nota asli biaya perbaikan. Laporan juga dapat dilakukan melalui Call Center Pertamina di nomor 135.

 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru