Viral Armuji Muncul di Malang, Pengamat: Secara Etika Harusnya Fokus di Surabaya!

Reporter : Ade Resty

selalu.id – Kemunculan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Kota Malang bersama mantan Bupati Purwakarta Deddy Mulyadi menuai sorotan publik.

 

Baca juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

Armuji terlihat mendampingi Deddy Mulyadi berkunjung ke rumah Muhammad Imam Muslimin atau Yai Mim di Perumahan Joyogrand, Kota Malang, Senin (6/10/2025). Keduanya datang sekitar pukul 16.00 WIB, berbincang santai dengan keluarga Yai Mim, lalu melanjutkan silaturahmi ke musala Al-Ikhlas untuk bertemu warga.

 

Banyak warga mempertanyakan alasan Armuji turun langsung ke luar daerah, sementara tanggung jawab utamanya berada di Surabaya.

 

Menanggapi hal itu, pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni menilai langkah Armuji tidak bisa langsung disebut pelanggaran, meski perlu disertai sikap mawas diri.

 

“Dalam konteks publik, Pak Armuji sudah menegaskan bahwa kunjungan itu hanya silaturahmi. Tapi sebagai salah satu pimpinan tertinggi di Surabaya, seharusnya beliau tetap mawas diri, apakah kegiatan itu relevan dengan tupoksi atau tidak,” kata Ken Bimo kepada selalu.id, Selasa (8/10/2025).

 

Ia menjelaskan, secara aturan, kunjungan ke luar daerah bisa dilakukan selama ada izin dari Pemerintah Kota Surabaya. Namun secara etika, Armuji tetap perlu berhati-hati agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

 

“Kalau dari segi aturan, ya bisa dikonfirmasi ke Pemkot apakah ada izin resmi. Tapi sebagai wakil wali kota, tentu harus memastikan aktivitasnya tidak tumpang tindih dengan tugas pelayanan publik di Surabaya,” ujarnya.

 

Ken Bimo menilai, secara politik, kunjungan Armuji bersama Deddy Mulyadi dapat dibaca sebagai bentuk sindiran terhadap Wali Kota Malang.

 

“Kalau kita lihat, yang sebenarnya tersindir bukan Pak Armuji, tapi Wali Kota Malang. Karena dua figur publik dari luar daerah justru menunjukkan kepedulian terhadap isu di sana. Ini semacam politik sarkastik,” ujarnya.

Baca juga: Wawali Armuji Dipanggil Polisi Terkait Bimtek DPRD Surabaya

 

Menurutnya, Deddy Mulyadi dan Armuji sama-sama aktif di media sosial dan sering menonjolkan pendekatan kemanusiaan. Dalam perspektif komunikasi politik, hal itu bisa menjadi strategi membangun citra positif.

 

“Kalau dilihat dari sisi marketing politik, ini justru menarik. Karena politik tidak selalu soal wilayah, tapi juga bagaimana membangun engagement publik. Secara natural, mereka membentuk poin plus dari framing dan interaksi publik,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, kunjungan tersebut sah dilakukan selama tidak mengganggu tugas pemerintahan di Surabaya.

 

“Kalau memang kapasitasnya hanya silaturahmi, ya sah-sah saja. Asal tidak melanggar aturan dan tidak mengganggu jam kerja pelayanan publik,” katanya.

Baca juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

 

Ken Bimo juga mengingatkan agar Armuji lebih hati-hati membawa identitasnya sebagai pejabat daerah dalam kegiatan di luar kota.

 

“Pak Armuji sebaiknya menjelaskan ke publik apakah kunjungan itu atas nama pribadi atau kedinasan. Karena kalau membawa jabatan wakil wali kota, tentu ada protokol dan prosedur yang harus dijalankan,” tegasnya.

 

Deddy Mulyadi sebelumnya menyatakan kunjungannya merupakan balasan dari undangan sebelumnya. “Kunjungan balasan aja. Mereka dua keluarga datang ke rumah saya, jadi saya datang ke sini,” ujarnya.

 

Kunjungan keduanya sempat dikira berkaitan dengan proses mediasi konflik antara dua pihak, namun Deddy dan Armuji menegaskan kehadiran mereka hanya untuk bersilaturahmi.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru