selalu.id - Camat Benowo, Denny Christupel Tupamahu, menegaskan pihaknya melalui Satpol PP dan jajaran wilayah rutin melakukan patroli serta pengawasan di kawasan eks lokalisasi Moroseneng, Sememi, Surabaya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Sebelumnya, anggota DPRD Surabaya Imam Syafi’i melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Moroseneng pada Minggu (5/10/2025) malam dan menemukan adanya aktivitas prostitusi.
Menurut Denny, eks lokalisasi Moroseneng telah ditutup total sejak 2015. Namun, pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada kegiatan terlarang yang muncul kembali.
“Eks lokalisasi ini sudah tutup sejak tahun 2015. Tapi pengawasan tidak berhenti. Satpol PP Kota Surabaya dan Satpol PP Kecamatan Benowo rutin melakukan patroli, terutama malam hari,” ujar Denny, Selasa (7/10/2025).
Denny mengatakan pengawasan itu juga merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang masih resah dengan isu aktivitas prostitusi terselubung.
“Kami tindak lanjuti setiap aduan warga. Bahkan, tadi malam petugas Satpol PP melakukan penyisiran ke setiap rumah untuk memastikan tidak ada kegiatan negatif,” jelasnya.
Namun, dari hasil pengecekan lapangan, petugas tidak menemukan aktivitas mencurigakan seperti yang dilaporkan.
“Kami tidak menemukan kegiatan yang diduga itu. Sebagian besar rumah tertutup rapat, pintunya digembok dari luar, dan lampu dalam keadaan mati,” imbuhnya.
Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Meski demikian, Denny memastikan Pemkot tidak akan lengah dan akan memperketat pengawasan agar kawasan eks lokalisasi Moroseneng benar-benar steril dari aktivitas ilegal.
“Kegiatan patroli ini akan terus berlanjut agar warga merasa aman dan nyaman. Kami juga akan evaluasi bersama Forkopimka untuk membahas langkah lanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan serupa juga dilakukan di kawasan eks lokalisasi Klakah Rejo dan titik-titik lain di wilayah Benowo yang dianggap rawan.
“Tidak hanya Moroseneng, tapi juga Klakah Rejo dan lokasi lain akan kami pantau. Setiap malam dilakukan patroli hingga dini hari untuk mencegah jangan sampai aktivitas lama muncul lagi,” tutupnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
Sebelumnya, anggota DPRD Surabaya Imam Syafi’i melakukan sidak secara diam-diam dengan mengajak tim selalu.id menelusuri kawasan yang dulunya dikenal sebagai salah satu pusat prostitusi terbesar di Surabaya tersebut.
Pantauan selalu.id menunjukkan sejumlah bangunan rumah di kawasan Sememi Jaya I dan II masih dijadikan tempat praktik prostitusi. Di lokasi itu tampak deretan kamar sempit menyerupai kos-kosan dengan pintu terbuka. Beberapa perempuan terlihat menunggu pelanggan di dalam kamar.
Menurut Imam, kondisi tersebut membuktikan bahwa aktivitas prostitusi masih berlangsung meski kawasan itu telah dinyatakan ditutup oleh Pemkot Surabaya.
“Saya sendiri ditawari kencan dua kali hanya dengan harga Rp200 ribu. Ini bukti nyata Moroseneng masih aktif. Jadi penutupan yang digembar-gemborkan Pemkot itu cuma di atas kertas,” kata Imam seusai sidak.
Editor : Ading