Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, DPRD Jatim Dorong Audit Bangunan

Reporter : Dony Maulana

selalu.id - Runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menewaskan satu orang dan melukai 86 lainnya, mendapat perhatian DPRD Jawa Timur.

 

Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan keluarga besar ponpes.

 

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Dengan duka cita mendalam, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Khoziny," kata Deni.

 

Deni memastikan DPRD Jatim akan mengawal penanganan korban, baik medis, psikologis, maupun dukungan lain. Ia juga mendesak pemerintah dan instansi teknis segera melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan pesantren di Jawa Timur, terutama yang baru dibangun atau diperluas dalam waktu singkat.

 

Menurutnya, langkah itu penting untuk memastikan tidak ada cacat struktural yang membahayakan keselamatan santri maupun masyarakat.

 

Baca juga: Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

"Ini menjadi momentum bagi Pemprov Jatim dan Pemkab/Pemkot se-Jatim untuk membersamai ponpes-ponpes dalam pengecekan kualitas dan keamanan bangunan," tegasnya.

 

Ia menekankan keselamatan santri dan masyarakat sebagai prioritas utama. Pemerintah daerah juga diminta mendampingi pesantren yang sedang membangun, dengan menugaskan ahli teknik sipil.

 

"Kualitas dan keamanan bangunan fasilitas pendidikan sangat penting bukan hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran, tapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pesantren," ujar Deni, alumnus Universitas Airlangga Surabaya.

Baca juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim

 

"Sekali lagi, keselamatan santri dan masyarakat adalah prioritas utama. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang di masa depan," pungkasnya.

 

 

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru