selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan aturan jam malam akan kembali diperketat usai kericuhan demo pada 28-30 Agustus 2025 yang melibatkan pelajar SMP, SMA, hingga SMK.
Baca juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat
“Jam malam tetap dijalankan. Tapi yang paling penting peran orang tua. Pemerintah tidak mungkin bisa mengawasi semua anak, makanya orang tua harus ikut menjaga,” kata Eri, Kamis (4/9/2025).
Eri menyebut, setidaknya 26 pelajar diamankan pihak kepolisian setelah kerusuhan tersebut. “Umurnya rata-rata 17 sampai 18 tahun, sebagian besar masih sekolah. Saat ini masih diproses Pak Kapolres,” ujarnya.
Baca juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel
Selain memperketat jam malam, Eri mendorong penguatan program Kampung Pancasila di lingkungan warga. Menurutnya, langkah itu penting untuk menjaga budaya Arek Suroboyo yang menjunjung tinggi kebersamaan.
Baca juga: Dianggap Ganggu Estetika Kota, Fasad Eks Toko Nam Akan Dibongkar Pemkot Surabaya
“Surabaya boleh jadi kota metropolitan, tapi jangan sampai budaya Arek kita luntur. Kejadian kemarin jadi pengingat untuk kembali ke akar kebersamaan,” tegasnya.
Editor : Ading