selalu.id – Gedung DPRD Kota Surabaya di Jalan Yos Sudarso masih dijaga ketat aparat TNI pasca kericuhan demonstrasi, Senin (1/9/2025).
Baca juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya
Pantauan selalu.id, penjagaan ketat terlihat sejak Minggu (31/8). Aparat TNI bersiaga di dalam gedung, sementara suasana di lantai dua yang berisi ruang komisi tampak sepi tanpa aktivitas anggota dewan.
Menariknya, papan nama anggota yang biasanya terpasang di setiap ruang komisi dicopot. Papan itu biasanya berfungsi untuk menandai kehadiran anggota dewan.
Baca juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo
Salah satu staf dewan membenarkan pencopotan papan tersebut dilakukan demi alasan keamanan.
“Iya, dicopot untuk keamanan,” ujarnya singkat.
Suasana lengang juga terlihat di area lain gedung dewan yang biasanya dipenuhi aktivitas wakil rakyat maupun pegawai.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Ketua Fraksi PKS DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, menjelaskan banyak anggota dewan disarankan bekerja dari rumah atau Work From Anywhere (WFA) menyusul eskalasi aksi massa di Kota Pahlawan.
“Hari ini banyak anggota dewan bekerja daring. Ada juga yang bertugas di lapangan sesuai kebutuhan komisi masing-masing,” kata Cahyo saat dihubungi selalu.id.
Editor : Ading