selalu.id – Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum untuk membantu Polres Lumajang memburu pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan warga, termasuk mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lumajang.
Baca juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, membenarkan pengerahan tim khusus tersebut untuk mempercepat pengungkapan kasus curanmor yang marak terjadi.
"Tim sudah bergerak untuk melacak keberadaan pelaku. Perbantuan personel ini untuk mendukung kinerja jajaran Satreskrim Polres Lumajang," ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Kasus curanmor di Lumajang menjadi sorotan publik setelah beberapa kejadian terjadi dalam waktu berdekatan. Salah satunya menimpa dua mahasiswa peserta KKN di Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, yang kehilangan sepeda motor saat terparkir di posko KKN.
Baca juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina
Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa tim di lapangan akan bekerja maksimal untuk memberantas kejahatan jalanan. “Tim di lapangan bekerja siang dan malam. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membasmi kejahatan jalanan ini,” tegasnya.
Sebelumnya, Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap tujuh kasus curanmor di empat kabupaten dalam waktu dua pekan. Sebanyak 12 tersangka ditangkap, termasuk bapak dan anak yang telah beraksi 17 kali.
Baca juga: Kapolda Jatim Tegaskan Komitmen Dukung Reformasi Polri
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, mengatakan selain mengamankan 12 tersangka, pihaknya juga menyita 17 unit motor berbagai merek dan satu mobil pikap Gran Max sebagai barang bukti.
Editor : Ading