selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi fenomena viral pemasangan bendera dan mural bergambar tokoh anime One Piece di beberapa sudut kota.
Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim
Ia mengingatkan warga agar tidak mengurangi makna peringatan Hari Kemerdekaan dengan mengibarkan simbol-simbol lain selain bendera Merah Putih.
“Bendera One Piece sebenarnya tidak dilarang. Tapi saya mohon kepada warga Surabaya, ini adalah Hari Kemerdekaan Negara Indonesia yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan mengorbankan nyawanya. Janganlah ada bendera lain yang dikibarkan, selain bendera Merah Putih dan lambang Pancasila,” tegas Eri kepada selalu.id, Senin (5/8/2025).
Eri menekankan bahwa momentum perayaan kemerdekaan harus dijadikan ajang memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan kebersamaan, bukan sekadar mengikuti tren.
“Memang tidak ada larangan soal bendera Naruto atau One Piece, tapi jangan kurangi makna perjuangan para pahlawan kita. Mereka berjuang untuk memberikan rasa bahagia, kebersamaan, dan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi warga yang telah memahami imbauan tersebut dan bersedia menurunkan sendiri bendera atau mural yang sempat dipasang.
Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya
“Itulah peran pemerintah, peran warga, dan juga media dalam memberikan edukasi secara bijak,” tambah Eri.
Sebelumnya, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya mencatat delapan titik pemasangan bendera hingga mural bergambar tokoh One Piece di wilayah kota. Temuan itu muncul seiring tren viral simbol bajak laut fiksi tersebut di media sosial.
Kepala Bakesbangpol Surabaya, Tunjung Iswandar mengatakan, rata-rata warga yang memasang atribut tersebut mengaku hanya ikut-ikutan.
Mayoritas bendera dan mural kini sudah diturunkan secara sukarela. Bahkan, mural permanen yang dibuat di tembok rumah juga sudah dihapus.
“Yang utama, mari pasang bendera Merah Putih secara masif. Jangan sampai atribut lain justru mengaburkan makna kemerdekaan kita,” pungkas Tunjung.
Editor : Ading