selalu.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial dalam pembangunan kota. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pengajian akbar dalam rangka Haul Kyai Nakidin di Kampung Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar, Minggu (6/7/2025) malam.
Baca juga: Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Juta per RW, Arif Fathoni: Investasi SDM untuk Tangkal Hoaks
Dalam kesempatan itu, Arif Fathoni menegaskan bahwa majelis ilmu memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat serta mendukung pembangunan kota berbasis spiritualitas.
“Majelis ilmu menjadi pondasi bagi lahirnya peradaban kota yang unggul. Dari sini lahir akhlak, ukhuwah, dan empati sosial di tengah kehidupan urban,” kata Fathoni.
Menurutnya, kota tidak cukup dibangun hanya dengan infrastruktur. Pembangunan karakter warga juga harus berjalan seiring.
Ia menilai kegiatan keagamaan di lingkungan kampung menjadi titik awal terbentuknya Kampung Madani, yakni konsep kampung religius, inklusif, dan berdaya secara sosial dan ekonomi.
Baca juga: Tutup Tahun 2025, Berikut Nilai Pemerintahan Eri–Armuji Menurut Catatan Politisi Golkar Arif Fathoni
“Kampung Madani harus dimulai dari pengajian, musala, dan gotong royong warga. Pendidikan karakter dan spiritualitas tumbuh dari situ,” ujarnya.
Fathoni mendorong agar pemerintah kota dan tokoh masyarakat memberikan ruang lebih luas bagi kegiatan keagamaan yang memperkuat kehidupan sosial.
Baca juga: Arif Fathoni Puji Gaya Kolaboratif Wali Kota Eri Tuntaskan Kasus Eigendom: Bergerak, Senyap, Konkret
“Jika pembangunan fisik dan batin masyarakat berjalan beriringan, maka Surabaya bisa tumbuh menjadi kota yang tidak hanya maju tetapi juga bermartabat,” tambahnya.
Dalam acara tersebut, Fathoni turut menyapa jamaah dan berdialog langsung dengan warga.
Editor : Ading