Sabtu, 06 Jun 2026 00:34 WIB

Tak Cukup Surat Sehat, DKPP Surabaya Tetap Periksa Ulang Hewan Kurban

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Mei 2025 12:33 WIB
Pemeriksaan hewan kurban
Pemeriksaan hewan kurban

selalu.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memperketat pengawasan terhadap kelayakan hewan kurban di lapak-lapak penjual.

 

Baca Juga: Idul Adha di Surabaya, DKPP Temukan Kasus Cacing Pita di Puluhan Lokasi Kurban

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan ulang hewan kurban, meskipun hewan tersebut sudah mengantongi surat keterangan sehat dari daerah asal.

 

DKPP bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lapak hewan kurban di Kelurahan Kalirungkut, Kamis (29/5/2025).

 

“Pemeriksaan ini untuk menjamin kesehatan hewan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang hendak berkurban. Tujuannya bukan hanya memastikan ketersediaan hewan cukup, tetapi juga memastikan hewan yang dijual sesuai syariat: cukup umur, tidak cacat, dan sehat,” ujar Kepala DKPP Surabaya Antiek Sugiharti, Jumat (30/5/2025).

 

Ia menegaskan bahwa keberadaan dokumen kesehatan dari daerah asal belum menjamin hewan layak dikurbankan.

 

“Hewan bisa saja stres atau kelelahan setelah perjalanan jauh. Kami ingin memastikan kondisinya tetap prima sebelum dijual ke masyarakat,” tambahnya.

 

Dalam pemeriksaan tersebut, tim gabungan dari DKPP, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Jawa Timur, dan perwakilan kecamatan memeriksa kelengkapan dokumen seperti surat keterangan kesehatan, bukti vaksinasi, serta kondisi fisik hewan satu per satu.

Baca Juga: Pelindo Regional 3 Sebar 209 Hewan Kurban untuk Warga Ring 1 Pelabuhan

 

Dari hasil pemeriksaan di lapak Kalirungkut, ditemukan dua ekor sapi yang belum memenuhi syarat umur karena giginya belum tanggal—salah satu syarat sah kurban. Kedua sapi itu diminta dipisahkan agar tidak salah beli.

 

Selain itu, satu kambing dan satu sapi ditemukan dalam kondisi lemas dan kurang sehat. Diduga, hewan-hewan tersebut mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang atau paparan panas berlebih.

 

“Kami langsung berikan suntikan vitamin dan pengobatan ringan agar kondisi hewan segera pulih,” jelas Antiek.

Baca Juga: Adela Kanasya Adies Bagikan Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Sidoarjo

 

Setiap hewan yang lulus pemeriksaan akan mendapatkan berita acara sebagai bukti kelayakan untuk dikurbankan.

 

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan seluruh hewan kurban di lapak musiman terpantau kesehatannya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat dari risiko membeli hewan yang tidak memenuhi syarat.

 

“Dengan pengawasan rutin seperti ini, masyarakat bisa lebih tenang dalam beribadah. Hewan mudah dijangkau, sehat, dan tentunya sesuai syariat,” pungkas Antiek.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.