Minggu, 20 Sep 2026 17:21 WIB

Polantas Menyapa, Cara Samsat Jember Permudah Layanan ke Warga dengan Jemput Bola

Polantas Menyapa, program Samsat Jember dalam permudah layanan warga. (Foto: Nurul/selalu.id).
Polantas Menyapa, program Samsat Jember dalam permudah layanan warga. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Satlantas Polres Jember kembali menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui program “Polantas Menyapa”.

Kegiatan yang digelar di Kantor Bersama (KB) Samsat Polres Jember pada Selasa (5/8/2026) ini menjadi langkah nyata kepolisian dalam mendekatkan layanan administrasi kendaraan bermotor kepada masyarakat.

Baca Juga: PAD Jember Melonjak 32,36 Persen, Bupati Fawait Anugerahi Insan Pajak dan Janjikan Insentif

Program tersebut mengusung konsep pelayanan jemput bola. Tak sekadar mengurus administrasi, petugas kepolisian meluangkan waktu untuk membuka ruang komunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan para pembayar pajak.

Suasana di area pelayanan dibuat lebih santai, ramah, dan humanis. Warga yang hadir dapat berkonsultasi mengenai kendala administrasi kendaraan sekaligus memperoleh penjelasan langsung dari petugas tanpa prosedur yang kaku.

Kasatlantas Polres Jember, AKP Ade Andini, menegaskan bahwa pelayanan publik masa kini harus berlandaskan komunikasi yang terbuka dan pendekatan yang santun.

“Pelayanan publik harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan terbuka. Karena itu, kami hadir langsung untuk menyapa masyarakat sekaligus mendengar berbagai masukan dari warga,” katanya.

Ade mengatakan interaksi langsung di lapangan memberikan ruang bagi kepolisian untuk memetakan kendala nyata yang dihadapi warga saat mengakses layanan.

Baca Juga: 900 Warga Kelurahan Patrang Jember Terima Bantuan Beras, Total Sasaran 1.553 KPM

Melalui komunikasi dua arah ini, masyarakat tidak hanya bertindak sebagai penerima layanan, tetapi juga dapat menyampaikan kritik, saran, maupun aspirasi untuk evaluasi ke depan.

Selain mengurus dokumen kendaraan, momentum Polantas Menyapa juga dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi keselamatan berlalu lintas.

Petugas memberikan imbauan secara dialogis mengenai pentingnya kepatuhan aturan jalan raya, penggunaan helm dan kelengkapan berkendara, hingga kewaspadaan saat mengemudi.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari sejumlah warga yang memanfaatkan layanan tersebut.

Baca Juga: Polemik Yon TP Silo di Jember, Gus Fawait: Kita Menghadap Pemerintah yang Punya Kewenangan

Mereka menilai suasana pelayanan yang interaktif dan komunikatif membuat proses pengurusan dokumen terasa lebih nyaman, transparan, dan tidak berbelit-belit.

Satlantas Polres Jember berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Program Polantas Menyapa diharapkan menjadi agenda berkelanjutan guna menciptakan wajah kepolisian yang cepat, mudah, serta senantiasa hadir melayani masyarakat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.

Cara Dishub Cegah Jukir Liar di Surabaya, Hasilnya juga Merata

Transparansi jadi salah satu tujuan digitalisasi parkir di Surabaya. Sistem itu tidak hanya berkaitan dengan cara pembayaran, tetapi juga pengawasan transaksi.

Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto: Sopir Truk Alpukat Tewas Penumpang Luka Berat

Korban meninggal dan luka dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Pengukuhan dan Muskercab I, PC GP Ansor Kraksaan Minta Pengurus Eksis dan Ayomi Masyarakat

Rahman juga berpesan agar seluruh anggota tidak menyalahi aturan dan koridor yang telah di tentukan sebagai anggota PC GP Ansor Kraksaan.

Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

DPRD Surabaya meminta Pemkot Surabaya memperkuat koordinasi antara kontraktor, kecamatan, kelurahan, dan PDAM Surya Sembada.

Menjinakkan Leviathan Digital: Menimbang Ulang Hak Cipta di Era Kecerdasan Buatan

Ia adalah jeritan awal dari sebuah krisis eksistensial: hukum hak cipta kita gagap dan tersengal-sengal mengejar lompatan zaman.