Minggu, 20 Sep 2026 19:10 WIB

Ombudsman RI Puji Gebrakan Pelayanan Publik Jember yang Sentuh Masyarakat Pedesaan

Wakil Kepala Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona saat sidak pelayanan publik di Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Wakil Kepala Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona saat sidak pelayanan publik di Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Gebrakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam memperluas akses pelayanan publik mendapat apresiasi positif dari Ombudsman Republik Indonesia.

Wakil Kepala Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona, mengaku terkejut usai melihat langsung kualitas pelayanan kesehatan hingga fasilitas publik yang terus dikembangkan oleh Pemkab Jember.

Baca Juga: PAD Jember Melonjak 32,36 Persen, Bupati Fawait Anugerahi Insan Pajak dan Janjikan Insentif

Apresiasi tersebut disampaikan Rahmadi saat mendampingi Bupati Jember, Muhammad Fawait saat meninjau sejumlah fasilitas kesehatan dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini di Kecamatan Tanggul, Rabu (5/8/2026).

Tidak sekadar mengecek kondisi bangunan dan kelengkapan fasilitas, Rahmadi juga berinteraksi langsung dengan warga yang tengah mengurus dokumen dan memanfaatkan fasilitas layanan publik.

"Hasil yang kami lihat cukup mengejutkan. Kondisinya sangat baik. Bahkan ini merupakan salah satu pelayanan publik yang pernah saya lihat yang benar-benar menyentuh langsung masyarakat di pedesaan," ujar Rahmadi.

Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan di Jember menunjukkan progres yang sangat signifikan. Dari sisi standar layanan, sejumlah fasilitas yang dikunjunginya bahkan dinilai mampu bersaing dengan pelayanan kesehatan swasta kelas atas di Jakarta.

Meski begitu, Ombudsman menekankan bahwa indikator pelayanan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan. Pengalaman langsung masyarakat, seperti kemudahan, kepastian, dan rasa aman, menjadi poin kunci utama.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mengubah paradigma pelayanan publik. Pemerintah daerah mendorong skema jemput bola agar warga desa tidak lagi kesulitan mendatangi pusat pemerintahan.

Baca Juga: 900 Warga Kelurahan Patrang Jember Terima Bantuan Beras, Total Sasaran 1.553 KPM

Berbagai terobosan diluncurkan Pemkab Jember, mulai dari pengaduan masyarakat Wadul Gus'e, jaminan Universal Health Coverage (UHC), layanan Home Care, hingga pengoperasian MPP Mini di tingkat kecamatan.

"Jember melakukan terobosan-terobosan untuk perbaikan pelayanan publik. Dimulai dari saluran Wadul Gus'e, kemudian di bidang kesehatan kita sudah UHC," kata Gus Fawait.

Melalui program UHC, warga Jember kini dijamin bisa mengakses layanan kesehatan gratis tanpa perlu dibayangi kekhawatiran biaya.

"Hari ini masyarakat yang selama ini tidak berani berobat karena faktor biaya sudah dijamin sepenuhnya mendapatkan pelayanan kesehatan gratis," tegasnya.

Baca Juga: Polemik Yon TP Silo di Jember, Gus Fawait: Kita Menghadap Pemerintah yang Punya Kewenangan

Tak hanya UHC, Pemkab Jember juga menghadirkan inovasi layanan Home Care. Melalui program ini, tenaga medis akan aktif mendatangi warga kelompok prioritas, terutama masyarakat miskin ekstrem yang memiliki keterbatasan fisik maupun ekonomi untuk datang ke puskesmas.

Di sektor administrasi kependudukan (Adminduk), Pemkab Jember turut memangkas birokrasi dan pemenuhan blangko KTP elektronik langsung di tingkat kecamatan. Keberadaan MPP Mini Kecamatan Tanggul menjadi bukti konkret pemerataan layanan tersebut.

"MPP Mini di Kecamatan Tanggul menjadi wujud keadilan pelayanan. Warga Jember bukan hanya yang tinggal di kota, tetapi juga yang berada di desa harus mendapatkan pelayanan yang sama," pungkas Gus Fawait.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.

Cara Dishub Cegah Jukir Liar di Surabaya, Hasilnya juga Merata

Transparansi jadi salah satu tujuan digitalisasi parkir di Surabaya. Sistem itu tidak hanya berkaitan dengan cara pembayaran, tetapi juga pengawasan transaksi.

Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto: Sopir Truk Alpukat Tewas, Penumpang Luka Berat

Korban meninggal dan luka dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.