Selasa, 21 Jul 2026 23:18 WIB

HUT Kowal ke-59, Gubernur Khofifah: Mengbdi Sebagai Ibu Bangsa dari Matra Laut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 25 Jan 2022 14:25 WIB
Gubernur Khofifah saat acara HUT ke-59 Kowal di Gedung Soedomo Kodiklatal Surabaya, Selasa (25/1/2022).
Gubernur Khofifah saat acara HUT ke-59 Kowal di Gedung Soedomo Kodiklatal Surabaya, Selasa (25/1/2022).

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi peran Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) dalam upayanya ikut menjaga kedaulatan NKRI di sektor kemaritiman. Menurut Khofifah, Kowal memainkan peran yang sangat strategis, selain memikul tanggung jawab sebagai prajurit Jalasena, Kowal juga berperan menjadi seorang istri dan sekaligus sebagai seorang Ibu dalam kehidupan rumah tangga.

"Selamat Hari Jadi ke-59 Kowal, selamat mengabdi sebagai Ibu Bangsa. Kami turut berbahagia sudah ada Kowal yang memiliki pangkat Bintang satu, InsyaAllah sebentar lagi bintang dua. Betapa hal ini menjadi bukti pengakuan prestasi Kowal. Kita berharap ke depan peran strategis Kowal akan lebih mendapatkan ruang lebih luas lagi," kata Khofifah dalam Ceramah Pengembangan Kepribadian Antap dan Siswa Kowal Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal). Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka HUT ke-59 Kowal di Gedung Soedomo Kodiklatal Surabaya, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Khofifah mengatakan, wilayah Indonesia hampir 85 persen adalah maritim. Karenanya, betapa kekuatan maritim menjadi bagian penting. Termasuk TNI AL dan Kowal di dalamnya, memiliki bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan integritas sebagai bangsa.

"Karena laut kita merupakan bagian yang menyatukan pulau-pulau yang ada. Tugas itu tidak ringan, tapi bila kita bersinergi dengan seluruh kekuatan yang ada kami yakin TNI AL bisa menjaga kedaulatan NKRI dari wilayah laut dengan baik dengan kekuatan prima," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga terus mendorong kaum perempuan untuk berani tampil mengambil peran publik, mengingat perempuan memiliki keunggulan kompetitif maupun komparatif.

Guna mewujudkan hal tersebut, maka perempuan harus berdaya. Prinsip pemberdayaan adalah memampukan perempuan dalam mengampu berbagai tugas dan pekerjaan.

"Bukan kemudian sekadar memberikan bantuan tetapi mendampingi perempuan lainnya untuk berkembang, belajar hingga ia mampu berperan. Karena seringkali perempuan harus berjuang membuktikan baktinya dan prestasinya untuk mendapatkan pengakuan," katanya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

"Jika perempuan sudah berdaya maka tidak lagi istilah perempuan sebagai elemen pendukung saja, tetapi bisa menjadi penggerak utama dalam lembaga/organisasi," tambahnya.

Lebih lanjut menurutnya, salah satu kekuatan yang dimiliki perempuan adalah kekuatan berupa sensitivitas dan keberpihakan pada kelompok yang lemah, sabar, ulet sehingga diharapkan hasil pembangunan bisa dirasakan semua pihak lebih l7as lagi sehingga tidak ada yang tertinggl.

Untuk itu, perempuan juga harus memiliki kapabilitas yakni kemampuan diri baik intelektual maupun moral, akseptabilitas yakni tingkat penerimaan dan dukungan dari pengikut, serta kompatibilitas yakni kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dari atas maupun bawah.

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

"Untuk bisa mendorong peran perempuan mendobrak kultur patrilineal bukan sesuatu hal yang mudah. Tapi saya yakin kaum perempuan pasti mampu melakukan itu. Dengan pendekatan persuasif penuh dialogis," pungkasnya.

Ceramah pengembangan kepribadian prajurit Kowal ini diikuti 215 personel Kowal yang terdiri dari prajurit anggota tetap dan prajurit siswa yang sedang menempuh pendidikan di Kodiklatal.

Turut hadir para pejabat utama Kodiklatal yakni Komandan Kodiklatal Laksamana Madya TNI Nurhidayat, Wadan Kodiklatal Laksamana Muda Agus Hariadi, para direktur Kodiklatal, para Komandan Kodik, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.