Jumat, 23 Okt 2026 10:06 WIB

Tanggapi Permintaan Maaf Eri atas Wakilnya, Armuji: Ucapan Saya Tak Kasar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Apr 2025 14:04 WIB
Wawali Armuji
Wawali Armuji

selalu.id – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, angkat bicara usai Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas ucapannya yang dinilai kasar saat inspeksi mendadak (sidak) ke UD Sentoso Seal, perusahaan yang diduga menahan ijazah mantan karyawan.

Armuji membantah telah berkata kasar. Ia mengklaim ucapannya merupakan ekspresi emosional khas arek Suroboyo, bukan penghinaan.

“Pak Wali memang minta maaf atas perkataan saya yang dianggap kasar. Tapi menurut saya, itu bukan kasar. Saya bilang ‘matamu’, maksudnya untuk nyocokkan wajah dengan CCTV, bukan menghina,” ujar Armuji dalam jumpa pers di Rumah Dinas Wakil Wali Kota, Senin (14/4/2025).

Ia menegaskan gaya tutur seperti itu lazim di Surabaya dalam situasi emosional.

“Ini Surabaya. Bahasa seperti itu lumrah. Kadang kamu sendiri juga bilang ‘cakco’. Bukan karena ada niat jahat, tapi suasananya memang panas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wali Kota Eri menyampaikan permintaan maaf atas ucapan wakilnya yang viral dan memicu polemik. Ia menyebut peristiwa tersebut terjadi karena emosi sesaat.

“Saya percaya maksud Pak Armuji baik, tapi penyampaiannya mungkin kurang tepat karena suasana memanas,” kata Eri.

Insiden bermula dari aduan mantan karyawan asal Kediri yang mengaku ijazahnya ditahan UD Sentoso Seal. Saat sidak, Armuji sempat bersitegang dengan pihak perusahaan yang menyebutnya “penipu”. Perdebatan itu terekam dan tersebar di media sosial.

Armuji mengakui dirinya terpancing emosi karena tidak dihormati sebagai pejabat publik. Namun ia menegaskan ucapannya masih dalam batas etika masyarakat Surabaya.

“Saya mohon maaf bila penyampaian saya membuat tidak nyaman. Tapi tak ada niat menyinggung. Semua demi membela warga kecil yang merasa dirugikan,” tegasnya.

Pemkot Surabaya tetap membawa kasus dugaan penahanan ijazah ke ranah hukum. Wali Kota Eri telah menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja mendampingi pelapor membuat laporan ke Polrestabes Surabaya.

“Biar jelas siapa yang benar dan siapa yang salah. Tapi jangan sampai konflik ini membuat Surabaya gaduh terus. Kita selesaikan secara hukum, dan tetap jaga nama baik kota,” tutup Eri.

Baca Juga: Di Bulan Bung Karno, Armuji Tantang Kader Gen Z PDIP Surabaya jadi Anggota Dewan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.