Minggu, 06 Sep 2026 11:03 WIB

Jawa Timur Disebut Gerbang Baru Nusantara, Berikut Potensi dan Tantangannya

Selalu.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak, kembali terpilih untuk memimpin provinsi ini pada periode 2025-2030. 

Di periode keduanya, Khofifah mengusung visi besar bertajuk "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara". Visi ini menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai pintu gerbang perdagangan dan penghubung utama antara Indonesia bagian barat dan timur.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Sebagai provinsi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai penyuplai utama komoditas pertanian dan produk industri ke wilayah Indonesia Timur. 

Potensi ini semakin diperkuat dengan perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Perpindahan ini menjadikan Jawa Timur semakin strategis, baik secara geografis maupun ekonomi.

Namun, di balik peluang besar tersebut, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah progres pembangunan IKN yang belum maksimal. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Jawa Timur dalam mewujudkan visi "Gerbang Baru Nusantara".

Pemimpin Redaksi Ayojatim.com, Dr. Harliantara, M.Si, menuturkan bahwa visi "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara" membawa harapan besar bagi kemajuan provinsi ini. Namun, untuk mewujudkannya, diperlukan langkah-langkah konkret dan strategis.

Di sisi lain, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo Surabaya itu juga menyoroti pentingnya reorientasi konsep Nusantara dalam visi ini. Menurutnya, ada dua perspektif yang perlu diperjelas: Nusantara sebagai ibu kota negara dan Nusantara sebagai wilayah utuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Apakah Jawa Timur akan fokus pada peran sebagai penghubung ke IKN, atau justru memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dan perdagangan untuk seluruh wilayah Nusantara? Ini perlu dirumuskan dengan jelas agar visi ini tidak kehilangan arah," ujar Harliantara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara, Peluang & Tantangan?" yang digelar Ayojatim.com, di RKTP CAFE Surabaya, Jumat, 7 Maret 2025

FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Jairi Irawan, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI), dan Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Jairi menilai bahwa "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara" bisa menjadi spirit dan pengikat yang mempersatukan visi misi seluruh kabupaten kota di Jawa Timur dengan Gubernur Jatim. 

Keselarasan visi dan misi sangat penting agar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten dan kota selaras dengan RPJMD Jawa Timur, sehingga yang diinginkan oleh Gubenur Khofifah sebagai lompatan visi bisa ditangkap oleh seluruh wilayah kabupaten kota di Jawa Timur. "Itu sebagai spiritnya," ucapnya.

Sementara itu, Baihaki Sirajt, Direktur Direktur Eksekutif Lembaga Survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI), menegaskan bahwa jangan samapai "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara" hanya menjadi jargon. 

Untuk itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak harus bisa mengimplementasikan 10 program pokoknya, terutama dalam kurun waktu 100 hari kerjanya.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

"Tetapi kalau nanti tidak ada progres, maka masyarakat akan menilai bahwa Gerbang Baru Nusantara ini hanya sekedar jargon, dan bahkan tidak menutup kemungkinan masyarakat akan menilai seperti IKN, antara maju dan tidaknya," tegasnya.

Namun Irwan Setiawan selaku Ketua DPW PKS Jatim, optimis Khofifah-Emil bisa mewujudkan vis besarnya "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara". "Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah, partai politik, swasta, dan masyarakat," sebutnya. 

Menurut Kang Irwan, Jawa Timur memiliki potensi dan peluang yang besar. Baik dari sisi ekonomi, budaya, hingga pariwisata. Hal itu jika digarap serius maka "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara" bukan isapan jempot.

"Ini kesempatan bagi Bu Khofifah di periode kedua ini. Karena di periode pertama dengan tantangan eksternal seperti Covid dan lainnya Gubernur Khofifah berhasil meningkatkan indikator kinerja. Baik dari IPM, angka kemiskinan, bahkan kemiskinan ekstrim juga turun," ungkapnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.