Rabu, 21 Okt 2026 03:34 WIB

Ini Tanggapan Pemkot Surabaya Soal 14 UMKM Tertipu Ratusan Juta di Sememi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Feb 2025 12:43 WIB
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati

selalu.id – Sebanyak 14 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, menjadi korban penipuan berkedok program pinjaman dana UMKM. Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp 210 juta.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati, menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak pernah memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai.

“Pemkot tidak pernah memberikan pinjaman berupa uang tunai,” kata Dewi, saat dihubungi selalu.id, Senin (3/2/2025).

Dewi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi setiap kecamatan maupun kelurahan, dan komunitas pedagang untuk berhati-hati kasus penipuan tersebut.

“Untuk kasus ini, kami sudah menginformasikan ke kelurahan, kecamatan, serta komunitas UMKM agar lebih berhati-hati,” tegasnya.

Kasus ini bermula dari sosialisasi program pinjaman dana UMKM yang diadakan pada 31 Oktober 2024 di kantor Kelurahan Sememi.

Seorang pria bernama Bramasta Ariza Riyaldi, yang mengaku sebagai tangan kanan Wali Kota Surabaya, memimpin acara tersebut.

Ia tidak sendiri. Dalam aksinya, Bramasta dibantu oleh dua orang lainnya, yaitu Joko, seorang pengusaha, dan Rengga Pramadika Akbar, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang juga merupakan putra Kepala Kelurahan Sememi.

Ketiga pelaku meyakinkan peserta sosialisasi bahwa program ini adalah inisiatif resmi dari Wali Kota Surabaya dan menawarkan bantuan modal usaha.

“Awalnya kami percaya karena sosialisasi dilakukan di kantor kelurahan dan yang menjelaskan mengaku sebagai PNS Pemkot,” ujar salah satu korban, Ardi Sumarta, Senin (3/2/2025).

Namun, alih-alih mendapat pinjaman, para korban justru dijebak dengan diminta untuk mengunduh aplikasi Kredivo dan ShopeePay di ponsel mereka.

Dalam proses registrasi, pelaku bahkan mengambil alih ponsel para korban untuk mengisi PIN dan menyelesaikan pendaftaran.

Pelaku mengklaim bahwa Pemkot Surabaya bekerja sama dengan aplikasi pinjaman online tersebut untuk verifikasi pengajuan dana UMKM.

Namun, setelah beberapa minggu, para korban mulai menerima tagihan dari aplikasi tersebut. Mereka baru menyadari bahwa limit pinjaman di aplikasi mereka telah digunakan oleh para pelaku, sementara dana yang dijanjikan tidak pernah diterima.

Akibatnya, nama baik para korban tercoreng dalam sistem perbankan, dan mereka terpaksa membayar cicilan dari uang yang tidak pernah mereka dapatkan.

Ketiga pelaku telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan STTLPM/22/I/2025/SPKKT/POLRESTABES SURABAYA atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Polisi telah memediasi pertemuan antara pelaku dan korban, di mana para pelaku mengakui kesalahannya dan berjanji akan mengganti kerugian.Namun hingga saat ini, janji tersebut belum terealisasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.