Sabtu, 05 Sep 2026 21:59 WIB

Ini Tanggapan Pemkot Surabaya Soal 14 UMKM Tertipu Ratusan Juta di Sememi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 04 Feb 2025 12:43 WIB
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati

selalu.id – Sebanyak 14 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, menjadi korban penipuan berkedok program pinjaman dana UMKM. Total kerugian yang dialami para korban mencapai Rp 210 juta.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati, menegaskan bahwa Pemkot Surabaya tidak pernah memberikan pinjaman dalam bentuk uang tunai.

“Pemkot tidak pernah memberikan pinjaman berupa uang tunai,” kata Dewi, saat dihubungi selalu.id, Senin (3/2/2025).

Dewi menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi setiap kecamatan maupun kelurahan, dan komunitas pedagang untuk berhati-hati kasus penipuan tersebut.

“Untuk kasus ini, kami sudah menginformasikan ke kelurahan, kecamatan, serta komunitas UMKM agar lebih berhati-hati,” tegasnya.

Kasus ini bermula dari sosialisasi program pinjaman dana UMKM yang diadakan pada 31 Oktober 2024 di kantor Kelurahan Sememi.

Seorang pria bernama Bramasta Ariza Riyaldi, yang mengaku sebagai tangan kanan Wali Kota Surabaya, memimpin acara tersebut.

Ia tidak sendiri. Dalam aksinya, Bramasta dibantu oleh dua orang lainnya, yaitu Joko, seorang pengusaha, dan Rengga Pramadika Akbar, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang juga merupakan putra Kepala Kelurahan Sememi.

Ketiga pelaku meyakinkan peserta sosialisasi bahwa program ini adalah inisiatif resmi dari Wali Kota Surabaya dan menawarkan bantuan modal usaha.

“Awalnya kami percaya karena sosialisasi dilakukan di kantor kelurahan dan yang menjelaskan mengaku sebagai PNS Pemkot,” ujar salah satu korban, Ardi Sumarta, Senin (3/2/2025).

Namun, alih-alih mendapat pinjaman, para korban justru dijebak dengan diminta untuk mengunduh aplikasi Kredivo dan ShopeePay di ponsel mereka.

Dalam proses registrasi, pelaku bahkan mengambil alih ponsel para korban untuk mengisi PIN dan menyelesaikan pendaftaran.

Pelaku mengklaim bahwa Pemkot Surabaya bekerja sama dengan aplikasi pinjaman online tersebut untuk verifikasi pengajuan dana UMKM.

Namun, setelah beberapa minggu, para korban mulai menerima tagihan dari aplikasi tersebut. Mereka baru menyadari bahwa limit pinjaman di aplikasi mereka telah digunakan oleh para pelaku, sementara dana yang dijanjikan tidak pernah diterima.

Akibatnya, nama baik para korban tercoreng dalam sistem perbankan, dan mereka terpaksa membayar cicilan dari uang yang tidak pernah mereka dapatkan.

Ketiga pelaku telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya dengan nomor laporan STTLPM/22/I/2025/SPKKT/POLRESTABES SURABAYA atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Polisi telah memediasi pertemuan antara pelaku dan korban, di mana para pelaku mengakui kesalahannya dan berjanji akan mengganti kerugian.Namun hingga saat ini, janji tersebut belum terealisasi.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.