Jumat, 05 Jun 2026 04:38 WIB

Mensos Risma Bawa Bocah Hidrosefalus Teruskan Pengobatan ke Jakarta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 08 Jan 2022 20:24 WIB
Mensos Risma saat mengunjungi bocah penderita hidrosefalus
Mensos Risma saat mengunjungi bocah penderita hidrosefalus

selalu.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini mendatangi rumah bocah penderita Hidrosefalus di Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (7/1/2022). Rosita, ibu sang bocah tak dapat membendung air mata didatangi Mensos Risma

Risma hadir untuk mengetahui dari dekat kondisi anak kedua Rosita, M. Parhan Kulyubi yang tergolek di tempat tidur karena mengalami hidrosefalus.

Baca Juga: Orang Mati Masih Terdaftar PBI JKN: Potret Rapuhnya Validasi Data Kemensos dan Dukcapil

Dengan duduk di atas karpet, Mensos Risma mulai berbincang dengan Rosita, orangtuanya dan anggota keluarga. Mensos bertanya tentang kondisi Parhan dan riwayat pengobatannya. Termasuk juga bagaimana Rosita banting tulang menghidupi keluarga.

Kepada Mensos Risma, Rosita menceritakan kondisinya sebagai orangtua tunggal dari dua anak. Sehari-hari, perempuan 36 tahun itu bekerja sebagai buruh cuci motor dekat rumah, dan terkadang mengojek.

"Saya nyuci motor bu. Kadang-kadang juga ngojek," katanya kepada Mensos Risma.

Tuntutan untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja di luar rumah, membuat anak pertamanya Silvi Puspasari (14), harus menunggui adiknya, Parhan Kulyubi (4).

"Ibu minta apa? Bekerja yang ibu bisa sambil menunggui anak?" Mensos bertanya.

"Ya bantuan warung saja bu." Jawabnya.

"Ya saya bantu. Nanti rumahnya direnovasi untuk usaha warung. Saya bantu juga ternak ayam petelur ya. Jadi nanti telurnya bisa untuk dimakan," kata Mensos.

Kepada Mensos Risma, Rosita menceritakan, awal mula kondisi putranya. Ia menyadari hal berbeda pada putranya pada saat Parhan berusia 5 bulan. Saat pemeriksaan rutin di Posyandu, dan diukur lingkar kepalanya, Parhan kedapatan ukuran kepalanya di atas normal.

Petugas Posyandu menyarankan agar Rosita memeriksakan Parhan ke Puskesmas atau rumah sakit.

Baca Juga: PMI Surabaya Gelar Bulan Dana, Perkuat Solidaritas hingga Kepedulian Sosial

"Saya pernah membawa Parhan berobat dan sudah pernah dioperasi pada saat berusia 14 bulan," kata Rosita kepada Mensos.

Menurut hasil pemeriksaan dokter, ditemukan adanya cairan di kepala Parhan tahun 2019. Selanjutnya, Rosita merasakan ada yang berbeda dari fisik putranya, seperti timbulnya bercak putih-putih pada kornea mata.

Pengobatan Parhan kemudian tidak bisa berlanjut, karena karena terkendala biaya.

"Kartu BPJS saya diblokir karena menunggak," katanya.

Atas keterangan Rosita dan keluarga dekat, Mensos meminta aparat desa dan dinas sosial memastikan nama Rosita masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bisa mendapatkan bantuan sosial.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran Sesuai DTSEN

"Kita akan berikan bantuan sosial PKH dan BPNT. Kemudian juga diberikan modal usaha warung," kata Mensos.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga juga menyetujui tawaran Mensos yang akan membawa Parhan ke Jakarta, untuk menjalani pengobatan dan terapi.

"Parhan masih bisa disembuhkan. Harus cepat diobati," kata Mensos.

Melalui Balai Phala Martha Sukabumi, Kemensos telah melakukan sejumlah langkah intervensi untuk membantu Rosita. Yakni dengan memberikan bantuan ATENSI berupa dukungan pemenuhan hidup layak yang terdiri dari: beras, telur, minyak, kecap, tepung terigu, kacang hijau, gula merah, susu, biskuit, makanan ringan, kasur, selimut, bantal dan mainan anak.

Balai Phala Martha juga memberikan dukungan psikososial kepada Rosita agar tetap semangat, dan tabah dalam menjalani segala tantangan. Petugas balai juga berkoordinasi dengan desa dan kecamatan untuk pengaktifan kembali BPJS yang sudah diblokir, dan dengan perawat dan dokter terkait kebutuhan pengobatan yang terbaik untuk Parhan.(SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.