Jumat, 05 Jun 2026 06:00 WIB

Pembekalan Massal 1500 Calon Advokad se-Jawa Timur Tercatat Rekor MURI

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Jan 2022 00:10 WIB
Pembekalan Advokad di Surabaya
Pembekalan Advokad di Surabaya

selalu.id - Sebanyak 1.500 advokat se-Jawa Timur mendapat pembekalan oleh Ketua Umum DPN Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Prof Dr Otto Hasibuan S.H M.M di Graha Samudra Bumimoro, Surabaya, Selasa (4/1/2021).

Pembekalan advokat baru ini pun tercatat oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Sebagai anggota organisasi profesi sesuai amanat dari Undang-undang Advokat, sebelum disumpah harus menjalani pelantikan terlebih dahulu.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Ketua DPC Peradi Surabaya, Hariyanto SH, MH disela acara menyampaikan bahwa pembekalan kepada advokat baru memang rutin dilakukan sebelum dilakukan penyumpahan di Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

"Maka, diharuskan untuk dilantik dulu dan diangkat menjadi anggota organisasi profesi. Ini adalah amanat dari Undang-undang Advokat," kata Haryanto yang juga Wasekjen Peradi ini.

Dijelaskan Haryanto, DPC Peradi Surabaya di diberi kewenangan untuk menyelenggarakan pelantikan serta pembekalan kepada advokat baru. Disamping itu juga ada pelantikan beberapa DPC Peradi di Jawa Timur.

"Kita juga mengundang rekor muri karena pembekalan ini terbesar di seluruh indonesia. Ada sekitar 1.500 advokat yang hadir di sini dengan prokes yang sangat ketat," bebernya.

Pemberian bekal oleh Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan, Haryanto menyebut bahwa pembekalan ini sangatlah penting. Pasalnya, etika profesi harus dijunjung tinggi.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

"Ini adalah wajib harus diketahui oleh advokat baru. Mereka harus tahu rambu-rambu etikanya. Jangan sampai advokat peradi diadili di dewan kehormatan Peradi," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Umum DPN Peradi, Otto Hasibuan pun mengingatkan, bagi para calon advokat yang akan disumpah untuk meresapi maksud dari profesi mulia tersebut.

Untuk menjaga profesi advokat tetap mulia, Otto mengatakan, terdapat tips yang bisa dilakukan. Pertama, jangan pernah melakukan penghianatan terhadap klien. Meski pada akhirnya klien mengecewakan sang advokat, namun advokat tersebut tetap tidak boleh menghianati klien. "Jangan sekali-kali menghianati klien," pesan dia.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kedua, lanjut Otto, jangan pernah menyia-nyiakan klien, yakni dengan menolak lantaran berbeda agama, berbeda sikap politik, berbeda keadaan ekonomi.

"Jika ada pikiran seperti itu, hari ini saya minta besok Anda tidak disumpah," tegasnya.
 
Peradi, kata Otto, membuat pembekalan seperti ini lantaran ingin para advokat dapat pintar dan jujur. Kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain sehingga dapat meningkatkan kualitas advokat di Indonesia.

"Agar ini bisa tercapai, maka organisasi advokat harus tunggal, supaya standarisasinya jelas, dia punya power untuk mengawasi sehingga advokat itu baik. Semuanya untuk kepentingan pencari keadilan, bukan kepentingan saudara semata-mata. Kalau Anda tidak pintar dan tidak jujur, yang jadi korban adalah masyarakat pencari keadilan," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.