Minggu, 06 Sep 2026 08:10 WIB

Perempuan Bersuara Suarkan Narasi HKTP dengan Film dan Monolog di Surabaya

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 02 Des 2024 18:39 WIB
Monolog Pelaminan Kosong
Monolog Pelaminan Kosong

selalu.id - Memperingati 16 Days of Activism Para seniman dan pembuat film menyuarakan pentingnya peduli terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan lewat film dan pertunjukan teater monolog.

 

Upaya tersebut dilakukan dengan membuat kegiatan bertajuk "Perempuan Bersuara" yang berisi pertunjukan monolog "Pelaminan Kosong" tentang perempuan yang menapaki segala belenggu narasi dan budaya mempasifkan keberdayaan perempuan dalam relasinya dan pemutaran film pendek "Pulih" yang menceritakan tentang perjuangan pendamping korban kekerasan seksual di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya, Minggu (1/12) malam.

 

Direktur Gen Epistree Muhammad Irfansyah yang memproduksi film "Pulih" mengatakan pembuatan karya seni audio visual itu merupakan hasil kolaborasi dengan Women's Crisis Center (WCC) Jombang.

 

"Isi film ini diambil dari penuturan WCC Jombang atas pengalaman advokasinya, yaitu tentang pendamping korban yang berusaha pulih ketika dia mendapat kekerasan seksual," katanya.

 

Ia ingin, kolaborasi kampanye itu bisa menghentikan segala tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan. Mengingat, kasus tersebut bukanlah hal yang sepele.

 

"Film ini tidak hanya sekadar kita buat, tapi kita maksimalkan aktor-aktor dan seniman yang kita libatkan, yakni yang proper di bidangnya untuk menciptakan film yang bisa mendukung pendamping korban," ucapnya.

 

Dalam kampanye itu, lanjut dia, juga ada penampilan monolog bertajuk "Pelaminan Kosong" juga upaya Gen Epistree berkolaborasi dengan laboratorium keaktoran (REAKTOR) atas isu-isu yang concern pada perempuan dari kacamata seniman perempuan yakni Dyah Ayu Setyorini atau Ading.

 

Sementara itu, Direktur WCC Jombang Anna Abdullah mengatakan bahwa media kreatif seperti film dipilih untuk mengkampanyekan penolakan kekerasan terhadap perempuan, karena memiliki daya tarik tersendiri.

 

"Kami berpikir butuh media transformasi nilai yang efektif seperti itu, nah salah satunya dengan film," ucapnya.

 

Apa yang ditampilkan di film tersebut, kata dia, merupakan gambaran nyata yang ada di kehidupan sehari-hari bagaimana pendamping kekerasan seksual mendampingi korban.

 

Pihaknya menegaskan akan terus menyuarakan penolakan terhadap kasus-kasus kekerasan seksual. Apalagi WCC Jombang juga merupakan anggota dari Satuan Tugas Penjagaan Penanganan Kekerasan (SATGAS PPK) di lingkup pendidikan. 

 

"Kami ingin memberi konteks bahwa kerja-kerja sungguh yang dihadapi pendamping untuk memberikan penguatan psikologis itu sangat penting sekali," katanya.

Baca Juga: Komitmen Ciptakan Habitat Penulisan, Kelas Mengarang Luncurkan 'Panggung Baru'

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.