Sabtu, 05 Sep 2026 09:51 WIB

Khawatir Genangan Makin Parah, Warga Kupang Surabaya Tolak Proyek Jembatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 01 Des 2024 13:54 WIB

Selalu.id – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyebut bahwa banjir atau genangan yang terjadi pada Jumat (29/11/12024) lalu, disebabkan oleh sumbatan saluran air akibat potongan kabel utilitas dan penolakan warga terhadap rencana pembangunan jembatan.

Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menyebutkan tiga lokasi yang terdampak genangan, yaitu Jalan Kedungdoro, Jalan Kupang Baru, dan Jalan Manukan Lor.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Di kawasan Jalan Kedungdoro, genangan terjadi karena aliran air menuju Rumah Pompa Jalan Kenari tersumbat oleh potongan kabel utilitas.

“Sisa pembungkus kabel yang dipotong-potong menyumbat saluran air, sehingga muncul genangan di beberapa titik Jalan Kedungdoro bagian utara,” jelas Windo, Minggu (31/11/2024).

Ia menambahkan, meski kawasan tersebut sebelumnya bebas dari genangan sejak 2022, kejadian kali ini menjadi yang pertama akibat penyumbatan saluran. Upaya pembersihan telah dilakukan, namun beberapa bagian masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Genangan di Jalan Kupang Baru disebabkan oleh aliran air deras dari hulu yang meluap akibat jembatan yang terlalu rendah. 

Untuk mengatasi masalah ini, DSDABM berencana meninggikan jembatan di kawasan tersebut. Namun, rencana tersebut ditunda karena penolakan warga.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

“Warga meminta kajian lebih mendalam karena mereka khawatir pembangunan jembatan justru akan memperparah genangan di wilayah mereka,” kata Windo.

Meski demikian, DSDABM memastikan proyek tersebut tetap akan dilaksanakan pada tahun 2025 setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan masyarakat sekitar.

Di Jalan Manukan Lor, genangan terjadi karena sedimen yang menyumbat saluran air. Menurut Windo, air tertahan di dataran tinggi sementara dataran rendah seperti Jalan Kyai Amir dan Jalan Manukan Tama tetap kering.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

“Sedimen ini memperlambat aliran air. Minggu (1/12/2024), kami akan menurunkan alat berat dan tim satgas untuk menelusuri dan membersihkan area tersebut,” ungkapnya.

Memasuki musim penghujan, Pemkot Surabaya telah memetakan titik rawan genangan dan menyiapkan langkah antisipasi. Tim mobil pompa, penjaga Rumah Pompa, dan satgas penelusuran saluran telah disiagakan.

“Kami bergerak cepat untuk mengatasi genangan di lapangan. Koordinasi dengan masyarakat juga terus dilakukan agar solusi yang diterapkan berjalan efektif,” pungkas Windo.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.