Jumat, 05 Jun 2026 06:00 WIB

Jelang Nataru 2025, Pemkot Surabaya Waspada Inflasi Naik 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 10 Nov 2024 14:25 WIB

Selalu.id - Pemkot Surabaya menyiapkan beberapa langkah strategis dalam mengintensifkan upaya pengendalian inflasi dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. 

Langkah ini ditempuh untuk menjamin stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Berhasil Turunkan Inflasi Kota Surabaya

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mengungkapkan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah konsistensi dalam menggelar Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah yang bekerja sama dengan distributor bahan pokok.

"Kami bekerjasama dengan distributor bahan pokok dengan menjual komoditas di bawah harga pasar antara lain, beras, gula, minyak, telur ayam, daging ayam, olahan daging sapi, cabe merah, cabe rawit, bawang merah dan bawang putih," kata Dewi Soeriyawati, Minggu (9/11/2024).

"Per Oktober sampai 8 November 2024, Pemkot Surabaya telah melaksanakan Pasar Murah sebanyak 18 kali dan Gerakan Pangan Murah sebanyak dua kali," imbuhnya.

Selain itu, Dewi menjelaskan, bahwa Pemkot Surabaya juga rutin menggelar operasi pasar. Pihaknya bekerja sama dengan produsen minyak goreng untuk menyalurkan antara 52.800 hingga 61.800 liter minyak setiap bulan di 9 hingga 17 pasar tradisional. "Operasi pasar dilakukan rutin setiap bulan," ujarnya.

Tidak hanya itu, Dewi menyebutkan bahwa pemantauan harga dan stok di pasar-pasar utama, distributor, dan toko swalayan di Kota Surabaya juga dilakukan secara berkala. 

Baca Juga: Inflasi Surabaya Pada Januari 2024 Terendah Selama Lima Tahun Terakhir

"Ini bertujuan untuk mengetahui pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Surabaya," tuturnya.

Untuk memperkuat pengendalian inflasi, Dewi memaparkan bahwa Pemkot Surabaya telah membentuk kios-kios Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di 18 pasar di Surabaya. "Kios TPID ini sebagai sarana pengendalian harga dan pemenuhan bahan pokok dengan harga wajar," kata dia.

Di sektor produksi pangan, Pemkot Surabaya juga mendorong kegiatan tanam dan panen padi, bawang merah, serta cabai. Upaya ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Surabaya dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Karena itu, untuk menghindari kepanikan dan pembelian berlebih, Dewi mengimbau masyarakat agar bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying. "Ketersediaan stok pangan di Kota Surabaya cukup, kami meminta masyarakat untuk tenang dan tidak perlu membeli dalam jumlah berlebihan," tegasnya.

Baca Juga: Begini Upaya Pemkot Surabaya Hambat Laju Inflasi di Penghujung Tahun 2023

Dalam menyongsong HBKN Natal dan Tahun Baru 2025, TPID Kota Surabaya bersama instansi terkait juga akan melakukan peninjauan langsung ke pasar tradisional, distributor, dan toko swalayan. Peninjauan dilakukan untuk mengecek kondisi ketersediaan bahan pokok serta mencegah adanya penimbunan. "Sehingga ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok di Surabaya dapat terjamin dan terkendali," ujarnya.

Selain pengawasan, Dewi menambahkan bahwa Dinkopdag Surabaya bersama instansi terkait akan terus melanjutkan Pasar Murah dan Operasi Pasar menjelang Nataru 2025.

"Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan barang kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau dan harga murah kepada masyarakat dan pedagang," pungkas dia.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.