Senin, 19 Okt 2026 14:44 WIB

Megawati Raih Profesor Kehormatan Ketiga di Uzbekistan, PDIP Surabaya Bangga

Megawati saat menerima profesor kehormatan di Uzbekistan
Megawati saat menerima profesor kehormatan di Uzbekistan

selalu.id - Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, kembali mendapat pengakuan global atas kiprahnya untuk Indonesia dan dunia. Megawati menerima penganugerahan gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Silk Road Internasional di Samarkand, Uzbekistan, Sabtu (21/9/2024).

Megawati dianugerahi gelar Profesor Kehormatan di Bidang Pariwisata Budaya Berkelanjutan (Sustainable Cultural Tourism), diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Silk Road Internasional sekaligus Menteri Pariwisata dan Warisan Budaya Republik Uzbekistan, Aziz Abduhakimov. Megawati menyampaikan pidato ilmiah bertema “Jalan Kebudayaan dan Titik Temu Peradaban” di hadapan sivitas akademika Universitas Silk Road Internasional.

Baca Juga: Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

Tercatat ini merupakan gelar profesor kehormatan ketiga yang dianugerahkan kepada Megawati, setelah sebelumnya menerima gelar serupa dari Seoul Institute of The Arts (SIA), Korea Selatan, pada 2022, dan dari Universitas Pertahanan (Unhan) pada 2021.

Ketua DPC PDI Perjungan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menyampaikan bahwa keluarga besar PDIP Surabaya menyampaikan selamat dan turut berbangga dengan pencapaian Megawati tersebut.

"Selamat kepada Ibu Megawati atas penganugerahan profesor kehormatan. Kami bangga dan terinspirasi dengan kiprah Ibu Megawati yang terus berkontribusi bagi demokrasi, kebudayaan, dan kehidupan sosial-kemasyarakatan di tanah air dan dunia," ujar Adi, Minggu (22/9/2024).

Adi mengatakan, perjalanan Megawati ke Samarkand, Uzbekistan, untuk menerima penganugerahan gelar profesor kehormatan sekaligus berziarah ke makam Imam Bukhari menunjukkan bagaimana Megawati sangat memahami dan menghargai upaya-upaya mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik. Megawati mencetuskan pemikiran tentang pentingnya jalan kebudayaan di tengah kebuntuan hukum internasional akibat berbagai konflik geopolitik dunia dewasa ini.

"Ibu Megawati meyakini bahwa jalan kebudayaan sebagai jembatan dialog yang tepat antar bangsa demi terwujudnya perdamaian dunia dan peradaban dunia yang lebih baik," jelas Adi.

Megawati, lanjut Adi, dalam pidato ilmiahnya juga menyinggung soal Jalur Sutra yang merupakan jejak sejarah peradaban dunia yang sangat berpengaruh dalam membentuk dunia modern di masa kini.

Baca Juga: Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

"Ibu Megawati menyebut jalur sutera bukan sekadar mata rantai perdagangan, tetapi juga visi dan daya kepeloporan untuk membangun peradaban dunia," jelas Adi.

Dalam sejarah, Jalur Sutra dikenal sebagai rute perdagangan global pertama yang menjangkau begitu banyak kawasan dunia. Jalur Sutra menjadi bagian peradaban yang mengembangkan perdagangan, seni, keagamaan, budaya, ide, dan teknologi.

"Uzbekistan, negara yang dikunjungi Ibu Megawati sekaligus tempat dimana beliau menerima gelar profesor kehormatan, adalah salah satu pusat utama Jalur Sutra ribuan tahun lalu," ujarnya.

Di Uzbekistan, Megawati juga berziarah di makam Imam Bukhari, yang kitabnya dikenal luas di Indonesia dan seluruh dunia serta menjadi rujukan utama soal hadits. Makamnya terletak di Samarkand, sebuah kota yang sangat tua di Asia Tengah, kini masuk wilayah Uzbekistan.

Baca Juga: Mantan Kader PDIP Surabaya Ramai-ramai Pindah ke PSI, Ini Reaksi Armuji

Indonesia mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Samarkand dan Uzbekistan secara umum, karena peran Presiden Sukarno dalam menemukan makam tersebut. Berdasarkan sejumlah literatur sejarah, saat akan berkunjung ke Uni Sovyet saat itu, Bung Karno memberi syarat kepada pemimpin Uni Sovyet agar makam Imam Bukhari “ditemukan”, kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian hingga ditemukanlah di Samarkand, yang ketika itu masih menjadi bagian dari Uni Sovyet.

Setelah dorongan Bung Karno tersebut, makam Imam Bukhari diberi atensi, dari dulunya relatif tidak terawat, lalu diperbaiki secara berkelanjutan. Dan kini menjadi kompleks yang lebih representatif dengan masjid berkapasitas ribuan jamaah, museum, hingga pusat kajian hadits.

"Rentetan sejarah ini menunjukkan bagaimana Bung Karno mampu memainkan peran penting dalam peradaban dunia melalui jalan kebudayaan," ujar Adi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kapolda Jatim Atur Lalu Lintas di Surabaya

Jalan Ahmad Yani, Taman Bungkul, Jalan Wonokromo, Jalan Ciliwung, Jalan Jagir, serta Bundaran CITO Surabaya.

Kuota Haji Jatim Tetap, Kemenhaj: Jemaah Harus Sehat untuk Dapat Surat Istithaah

Jemaah yang dinyatakan tidak sehat oleh tim kesehatan tidak akan diterbangkan, dan tidak ada jalan lain untuk memaksakan keberangkatan.

RSD Soebandi Jember Gelar Skrining Gratis, Target 10 Ribu Peserta Jember Cinta Kesehatan

Masyarakat dari kabupaten lain di Jawa Timur yang membutuhkan penanganan medis juga dipersilakan ikut.

Hari jadi Humas Polri ke-75, Polda Jatim Jalin Sinergi Komunitas Ojol Jaga Kamtibmas

Kapolda Jatim, Wakapolda, dan seluruh pejabat utama turut turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para pengemudi ojol.

5 Tahun Beroperasi, Pabrik Kosmetik Ilegal Rp 16 Miliar di Mojokerto Dibongkar BPOM

Dalam penggerebekan pada 8 Oktober 2026, BPOM menyita barang bukti senilai Rp 16 miliar.

Tinjau Pustu Klatakan, Gus Fawait Targetkan Puskesmas Jember Berstandar ISO 2000

Agenda tersebut juga dirangkai dengan persiapan peluncuran program Home Care di Desa Darungan.