Rabu, 22 Jul 2026 02:18 WIB

Momen Haru Eri Cahyadi Sesaat Sebelum Pendaftaran Pilwali Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Agu 2024 10:03 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Istri sebelum pendaftaran Pilwali
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Istri sebelum pendaftaran Pilwali

selalu.id - Momen pendaftaran sebagai calon Wali Kota Surabaya menjadi momen mengharukan bagi Eri Cahyadi. Di pendaftaran untuk periode kedua kepemimpinannya ini, ayahanda Eri Cahyadi, Urip Suwondo, dan ayah mertua, Dadang Djumena, tak lagi mendampingi dan memberinya restu. Keduanya berpulang pada 2023 dan 2022 saat Eri menjadi wali kota. Karena itu, sebelum semua proses pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Rabu (28/8/2024), Eri mengawalinya dengan ziarah ke makam kedua almarhum di TPU Tembok Gede, Bubutan.

"Abah adalah pahlawan bagi kami," ungkap Eri Cahyadi. "Hal-hal sederhana yang dilakukan beliau berdua memiliki makna dan arti besar bagi kami," katanya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Eri Cahyadi mengatakan, ayahanda telah memberikan banyak inspirasi dalam kehidupannya. Terutama sikap tidak menyerah untuk selalu mengikhtiarkan kebaikan bagi lebih banyak orang. Bahwa jabatan dan amanah adalah jalan untuk meluaskan skala keberkahan dengan penuh keikhlasan.

Selama hidupnya, tutur Eri, ayahanda tak pernah mengeluh meski banyak beban yang harus ditanggung.

"Abah adalah sosok yang sabar dan teguh. Tak sekalipun saya melihatnya mengeluh. Dia terus berjuang menjaga keluarga kami," katanya.

"Saya sudah janji ke abah untuk berusaha menjadi wali kota yang baik, yang ingat rakyat, agar bisa menerangi makam abah," ujar Eri.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Eri mengingat, dalam salah satu momen penting kehidupannya, ayahanda dan ibundanya memberikan dukungan penuh kepada Eri Cahyadi untuk maju dalam Pilkada Surabaya 2020.

"Beliau meyakinkan kami bahwa setiap manusia harus siap menerima takdir dari Allah. Tak ada yang bisa menampik rencana Tuhan. Kehidupan adalah perjalanan panjang dan memimpin kota ini sesungguhnya adalah satu dari ribuan langkah pengabdian sebagai manusia di muka bumi, sebelum Tuhan memanggil pulang," ujar Eri Cahyadi.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Usai berziarah, Eri melanjutkan dengan meminta doa restu ibundanya, Ibu Mas Ayu Esa Aisyah, dan ibu mertua, Ibu Suparni.

Eri ingat, ibunda adalah sosok yang meyakinkannya untuk maju menjadi Wali Kota Surabaya. Tanpa dorongan dari ibundanya, Eri tak akan mungkin mau dan bisa menjalaninya karena ia sendiri tak pernah berambisi menjadi wali kota.

Sebelum berangkat, ibunda Mas Ayu Aisjah yang dipanggil Umi oleh Eri Cahyadi itu memberangkatkan dia dengan doa dan sholawat yang akan menjaganya tetap dalam keberkahan dan keselamatan selama memimpin Surabaya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.