Rabu, 30 Sep 2026 20:37 WIB

Momen Haru Eri Cahyadi Sesaat Sebelum Pendaftaran Pilwali Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Agu 2024 10:03 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Istri sebelum pendaftaran Pilwali
Wali Kota Eri Cahyadi bersama Istri sebelum pendaftaran Pilwali

selalu.id - Momen pendaftaran sebagai calon Wali Kota Surabaya menjadi momen mengharukan bagi Eri Cahyadi. Di pendaftaran untuk periode kedua kepemimpinannya ini, ayahanda Eri Cahyadi, Urip Suwondo, dan ayah mertua, Dadang Djumena, tak lagi mendampingi dan memberinya restu. Keduanya berpulang pada 2023 dan 2022 saat Eri menjadi wali kota. Karena itu, sebelum semua proses pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Rabu (28/8/2024), Eri mengawalinya dengan ziarah ke makam kedua almarhum di TPU Tembok Gede, Bubutan.

"Abah adalah pahlawan bagi kami," ungkap Eri Cahyadi. "Hal-hal sederhana yang dilakukan beliau berdua memiliki makna dan arti besar bagi kami," katanya.

Baca Juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

Eri Cahyadi mengatakan, ayahanda telah memberikan banyak inspirasi dalam kehidupannya. Terutama sikap tidak menyerah untuk selalu mengikhtiarkan kebaikan bagi lebih banyak orang. Bahwa jabatan dan amanah adalah jalan untuk meluaskan skala keberkahan dengan penuh keikhlasan.

Selama hidupnya, tutur Eri, ayahanda tak pernah mengeluh meski banyak beban yang harus ditanggung.

"Abah adalah sosok yang sabar dan teguh. Tak sekalipun saya melihatnya mengeluh. Dia terus berjuang menjaga keluarga kami," katanya.

"Saya sudah janji ke abah untuk berusaha menjadi wali kota yang baik, yang ingat rakyat, agar bisa menerangi makam abah," ujar Eri.

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

Eri mengingat, dalam salah satu momen penting kehidupannya, ayahanda dan ibundanya memberikan dukungan penuh kepada Eri Cahyadi untuk maju dalam Pilkada Surabaya 2020.

"Beliau meyakinkan kami bahwa setiap manusia harus siap menerima takdir dari Allah. Tak ada yang bisa menampik rencana Tuhan. Kehidupan adalah perjalanan panjang dan memimpin kota ini sesungguhnya adalah satu dari ribuan langkah pengabdian sebagai manusia di muka bumi, sebelum Tuhan memanggil pulang," ujar Eri Cahyadi.

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

Usai berziarah, Eri melanjutkan dengan meminta doa restu ibundanya, Ibu Mas Ayu Esa Aisyah, dan ibu mertua, Ibu Suparni.

Eri ingat, ibunda adalah sosok yang meyakinkannya untuk maju menjadi Wali Kota Surabaya. Tanpa dorongan dari ibundanya, Eri tak akan mungkin mau dan bisa menjalaninya karena ia sendiri tak pernah berambisi menjadi wali kota.

Sebelum berangkat, ibunda Mas Ayu Aisjah yang dipanggil Umi oleh Eri Cahyadi itu memberangkatkan dia dengan doa dan sholawat yang akan menjaganya tetap dalam keberkahan dan keselamatan selama memimpin Surabaya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Baliho itu dipasang, cara pedagang menyampaikan protes setelah surat permohonan dialog kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya disebut tak kunjung dibalas.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.

DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Anas meminta pengawasan internal di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) diperkuat. Jangan cuma setelah ada kejadian.

Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Sebanyak 9 ton beras yang diperuntukkan bagi warga miskin, khususnya di wilayah Surabaya nekat dijegal dan dijual murah oleh para pelaku.

Pemkot Surabaya Bidik Potensi Reklame di Ruang Publik Demi Genjot PAD

Informasi yang diterima selalu.id, reklame besar atau videotron itu milik swasta JJ Promotion.