Kamis, 03 Sep 2026 11:59 WIB

PDIP Surabaya Soroti Menurunnya Pemahaman Pancasila di Kalangan Gen Z

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jun 2026 12:01 WIB
DPC PDI Perjuangan Surabaya saat upacara Hari Lahir Pancasila. (Dok. PDIP Surabaya).
DPC PDI Perjuangan Surabaya saat upacara Hari Lahir Pancasila. (Dok. PDIP Surabaya).

selalu.id - DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya menyoroti menurunnya pemahaman ideologi Pancasila di kalangan generasi muda.

Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin terbuka.

Baca Juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Eko Wahyono usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, Senin (1/6/2026).

Menurut Eko, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kembali pemahaman masyarakat terhadap ideologi bangsa.

“Pemahaman generasi muda terhadap ideologi bangsa saat ini perlu mendapat perhatian serius. Karena itu penguatan nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan melalui berbagai cara,” jelasnya.

Eko menilai perkembangan teknologi informasi membawa tantangan tersendiri karena generasi muda semakin mudah terpapar berbagai pengaruh dari luar.

Karena itu, pendidikan ideologi perlu diperkuat agar nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi pegangan generasi penerus.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Eko mengingatkan bahwa Pancasila merupakan fondasi yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat.

“Karena Pancasila inilah Indonesia tetap utuh sebagai satu bangsa dan satu negara meski memiliki keberagaman yang sangat besar,” tegasnya.

Dalam upacara yang diikuti jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, serta pengurus anak cabang (PAC) se-Kota Surabaya itu, Eko juga meminta para kader memulai pendidikan ideologi dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak yang kini didominasi generasi Z dan generasi Alpha.

Baca Juga: Pemain dan Penonton Soekarno Cup 2026 Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

“Kami ingin para kader mulai menanamkan pemahaman Pancasila kepada putra-putrinya. Harapannya mereka bisa menjadi contoh dan mengajak teman-temannya memahami pentingnya ideologi Pancasila bagi masa depan bangsa,” tuturnya.

Eko menegaskan, tantangan menjaga persatuan bangsa saat ini tidak hanya datang dari perbedaan yang ada di masyarakat, tetapi juga dari berkurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi Indonesia sejak kemerdekaan.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, menjadi pengingat bahwa penguatan ideologi kebangsaan harus terus dilakukan, baik melalui pendidikan formal maupun dari lingkungan keluarga.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.