Kamis, 04 Jun 2026 23:55 WIB

Kawal Putusan MK, Kader PDIP Heran Mahasiswa Surabaya Tak Turun ke Jalan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Agu 2024 17:50 WIB
Kader PDI Perjuangan Deni Wicaksono
Kader PDI Perjuangan Deni Wicaksono

selalu.id - Kader PDI Perjuangan Deni Wicaksono, menyindir mahasiswa Kota Surabaya yang tak terlihat turun ke jalan seperti di daerah-daerah lain dan melakukan aksi demo kawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas persyaratan pencalonan Pilkada 2024.

Deni mengatakan bahwa mahasiswa Surabaya disebut memilih sibuk mengurus ospek di kampus ketimbang bersuara soal dinamika kenegaraan yang ada.

Ia menilai mahasiswa Surabaya kurang merespon putusan Badan Legislatif yang dianggap mengangkangi putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ini menarik juga entah sebab apa kawan kawan mahasiswa Surabaya terlihat kurang masif memberi dukungan ataupun sikap terhadap hasil keputusan MK dan baleg DPR RI kemarin," kata Deni,saat mengikuti aksi dan depan Tugu Pahlawan Surabaya, Kamis (22/8/2024).

Anggota DPRD Jatim itu menyebut justru beberapa kampus di luar Surabaya lebih antusias. Bahkan, meliburkan mahasiswanya agar mereka mengikuti aksi. Sementara di Kota Surabaya belum ada tanda-tanda pergerakan.

"Saya dengar di UGM, meliburkan mahasiswa dan mempersilakan turun ke jalan," katanya.

“Sebenarnya tidak ada alasan kemudian sibuk dengan ospek dan tidak bisa bersuara, karena ruang dan caranya sangat bisa dikompromikan. Yang penting sikap mahasiswa itu yang lebih penting,” tambahnya.

Deni berharap mahasiswa Surabaya mengikuti apa yang dilakukan kampus lain. Tak harus turun ke jalan, aksi dan sikap kritis juga bisa dilakukan lewat mimbar bebas.

"Saya harap di Surabaya kampus-kampus besar, yang memang masih sadar dan memiliki sikap kritis terhadap negara bisa melakukan hal yang sama. Tidak harus berkumpul di satu titik, bisa kemudian melakukan mimbar-mimbar besar dan menyuarakan itu di masing-masing kampus ya. Ospek bisa berjalan, sikap kritis terhadap negara juga masih bisa dilakukan," jelas Deni.

Lebih lanjut Deni menilai, dinamika yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia harusnya menjadi bahan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Surabaya dan Jawa Timur untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa baru di dalam materi ospek. Sehingga, mahasiswa baru memiliki sikap kritis terhadap kondisi bangsa.

"Kalau perlu temen temen BEM ketika ospek dilatih kemudian diskusi, bersuara. Tidak harus berkumpul di suatu tempat. Tetapi kawan kawan BEM bisa melempar isu ini kepada mahasiswa mahasiswa baru yang sedang berkumpul di kampus," terang dia.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.