Selasa, 03 Feb 2026 22:35 WIB

Pajak Kendaraan Bermotor Sumbang PAD Pemkot Surabaya hingga Rp1.2 T

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 18 Jul 2024 12:36 WIB
Pemkot Surabaya
Pemkot Surabaya

selalu.id -Pemkot Surabaya menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,2 triliun diperoleh hanya dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan sumber PAD dari PKB itu telah disetujui sebagai bagian dari Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kota Surabaya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Nantinya, anggaran tersebut juga  akan dialokasikan untuk berbagai proyek pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan pengaspalan.

Sebab, dalam pengajuan KUA-PPAS untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025, Pemkot Surabaya mengajukan Rp11,2 triliun pada saat rapat Badan Anggaran (Banggar), yang kemudian terkoreksi menjadi Rp11,9 triliun.

"Alhamdulillah, KUA-PPAS ini sudah menjadi nota kesepakatan dan akan diteruskan ke Banggar. Surat yang kami kirimkan akan dibahas dan diteruskan oleh Banggar," kata Eri, Kamis (18/7/2024).

Eri menjelaskan, penerimaan anggaran dari PKB yang semula berpusat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, kini dapat dinikmati oleh Pemkot Surabaya, memberikan dorongan signifikan terhadap anggaran Kota Surabaya.

Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD).

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"PKB sebesar Rp 1,2 triliun ini masih bisa bertambah. Penerimaan ini akan digunakan untuk belanja modal seperti pembangunan jalan dan pengaspalan," ujarnya.

"Sebelumnya, hanya 30 persen dari PKB yang masuk, sedangkan 70 persen lainnya tidak masuk ke APBD Kota Surabaya. Dengan tambahan ini, kami bisa memperbaiki jalan-jalan yang dilalui kendaraan berat seperti truk," imbuh Eri.

Lebih lanjut, Eri menegaskan pentingnya pemetaan jalan untuk menentukan tanggung jawab pemerintah kota, provinsi, dan nasional dalam perbaikan infrastruktur. Sebab, dari sisi warga Surabaya, sebagian besar permasalahan di jalan, selalu mengadu ke Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

"Masyarakat Surabaya biasanya bertanya kepada Wali Kota, ketika terjadi banjir atau kerusakan jalan. Dengan dana ini, kami akan memaksimalkan perbaikan jalan-jalan di Kota Surabaya," tegasnya.

Terkait bidang pendidikan, Eri mengungkapkan rencana penambahan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah-wilayah yang kekurangan sekolah. Namun, rencana tersebut akan berkoordinasi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) baik negeri maupun swasta terlebih dahulu.

"Ternyata ada wilayah-wilayah yang kekurangan sekolah. Jumlah murid yang akan masuk jauh lebih besar dari kapasitas yang ada. Oleh karena itu, kami akan menambah SMP baru di wilayah-wilayah padat seperti Sawahan," tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.