Kamis, 04 Jun 2026 23:50 WIB

Beberapa Pj Kepala Daerah di Jatim Mengundurkan Diri, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Jul 2024 11:56 WIB
Foto: Pj. Adhy Karyono
Foto: Pj. Adhy Karyono

selalu.id – Terkait dengan pengunduran diri tiga Penjabat (Pj) Bupati/Wali Kota di Jawa Timur karena maju dalam kontestasi Pilkada serentak 2024, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono membenarkan adanya pengunduran tersebut.

"Memang benar ada tiga yang mengundurkan diri. Suratnya sudah saya terima. Ketiganya Pj Bondowoso, Jombang dan Magetan," ujarnya, Selasa (16/7/2024).

Selain tiga Penjabat tersebut, Adhy juga menambahkan, Pj Kota Malang juga mengajukan pengunduran diri namun sampai sekatang suratnya masih belum diterima. "Kota Malang juga mengajukan. Tapi suratnya belum saya terima," sebutnya.

Adhy Karyono pun tidak menyebut siapa pengganti Pj Bupati/Walikota yang mengundurkan diri. "Rahasia dong," cetus Adhy saat dimintai keterangan.

Sekadar diketahui, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah menegaskan bahwa Pj Kepala Daerah wajib mundur dari jabatannya jika maju dalam Pilkada serentak yang tertuang dalam surat nomor 100.2.1.3/2341/SJ yang ditandatangani Komjen Pol Drs Tomsi Thohir, selaku Plt Sekretaris Jenderal Kemendagri.

Batas waktu pengunduran diri bagi Pj Kepala Daerah ini paling lambat 40 hari sebelum tanggal pendaftaran pasangan calon.

Baca Juga: Komitmen Jawa Timur jadi Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.