Senin, 02 Feb 2026 04:17 WIB

Perbaikan Pipa Sebabkan Air Macet, PDAM Surabaya Minta Maaf

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Mar 2020 19:31 WIB

Surabaya - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak adanya perbaikan pipa utama jaringan sebelah timur. Hal ini disebabkan karena gangguan akibat pengerjaan tiang pancang proyek di sekitar Purimas Gunung Anyar yang mengenai pipa PDAM berdiameter 1000 milimeter.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Mujiaman mengatakan, sebelumnya pengerjaan tiang pancang proyek paku bumi telah dilakukan menggunakan beton, namun gagal. Sehingga kontraktor mengganti beton tersebut dengan paku bumi dari bahan baja yang solid. Akan tetapi, baja tersebut ternyata menembus pipa PDAM yang tebalnya lebih dari 10 centimeter.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Pipa tersebut mengalirkan air 1,8 kubik per detik. Setiap liter per detik itu adalah untuk sekitar 100 pelanggan. Proses perbaikan ini terganggu lebih dari 10 jam. Karena, ternyata paku bumi yang menancap ke pipa ini bukan beton, tetapi besi 25x25 cm," kata Mujiaman, Sabtu (07/03/2020).

Alhasil, perbaikan pipa yang seharusnya selesai pun akhirnya terhambat. Di sisi lain, Mujiaman menyebut, ada kesalahan estimasi dalam proses pengerjaan. Pertama, ternyata baja yang menancap ke pipa milik PDAM rupanya tidak bisa langsung dicabut. Karena, jika dicabut langsung, maka tekanan air yang ada di dalam pipa itu akan mengenai mesin paku bumi yang beratnya lebih dari 10 ton.

"Sehingga akan berpotensi mesin tersebut rusak dan tidak bisa dipindahkan dan mengganggu pipa di bawahnya," jelasnya.

Namun begitu, Mujiaman menyatakan, kini baja yang menancap ke pipa milik PDAM telah berhasil dicabut pelan-pelan dan dipindahkan sesuai kemampuan. Hal ini dilakukan agar tekanan air tidak menyemprot ke mesin yang berupa sistem elektrikal.

"Sekarang mesin tersebut telah berhasil mencabut (beton) dan berhasil dipindahkan," katanya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Di samping itu, kata Mujiaman, ada kendala lain yang menjadi penyebab molornya perbaikan pipa. Awalnya, pihaknya memperkirakan bahwa kerusakan pipa tersebut hanya terlokalisir di tempat paku bumi yang menembus pipa. Namun ternyata, pipa yang rusak itu panjangnya lebih dari 1 meter dan kondisinya retak.

"Kita sedang pelajari, apakah retakan ini lebih jauh lagi dari yang terlihat semula. Ini juga menghambat proses dimulainya pekerjaan inti," terangnya.

Kendati demikian, Mujiaman memperkirakan, jika kerusakan pipa hanya sekitar 1 meter, pihaknya memastikan bahwa pengerjaan perbaikan bisa segera rampung besok. Untuk itu, selama proses perbaikan pipa berlangsung, pihaknya bersama DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) telah menyiapkan puluhan tangki air bersih untuk dibagikan ke rumah-rumah warga terdampak pengerjaan ini.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Tangki-tangki tersebut telah kita pasang GPS, sehingga benar-benar akan bekerja 24 jam untuk mensuplai air bersih ke rumah-rumah warga," kata dia.

Maka dari itu, Mujiaman berharap, pelanggan yang terdampak perbaikan jaringan pipa dan membutuhkan pasokan air bersih, bisa menyampaikan keluhannya melalui WhatsApp (WA) PDAM Surya Sembada di nomor 0800-192-6666.

"Saya mohon maaf dan mohon doanya supaya kami diberi kekuatan untuk menyelesaikan masalah ini. Mohon maaf atas keterlambatan pelayanan kami," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.