Selasa, 03 Nov 2026 13:27 WIB

Perbaikan Pipa Sebabkan Air Macet, PDAM Surabaya Minta Maaf

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Mar 2020 19:31 WIB

Surabaya - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak adanya perbaikan pipa utama jaringan sebelah timur. Hal ini disebabkan karena gangguan akibat pengerjaan tiang pancang proyek di sekitar Purimas Gunung Anyar yang mengenai pipa PDAM berdiameter 1000 milimeter.

Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Mujiaman mengatakan, sebelumnya pengerjaan tiang pancang proyek paku bumi telah dilakukan menggunakan beton, namun gagal. Sehingga kontraktor mengganti beton tersebut dengan paku bumi dari bahan baja yang solid. Akan tetapi, baja tersebut ternyata menembus pipa PDAM yang tebalnya lebih dari 10 centimeter.

Baca Juga: Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

"Pipa tersebut mengalirkan air 1,8 kubik per detik. Setiap liter per detik itu adalah untuk sekitar 100 pelanggan. Proses perbaikan ini terganggu lebih dari 10 jam. Karena, ternyata paku bumi yang menancap ke pipa ini bukan beton, tetapi besi 25x25 cm," kata Mujiaman, Sabtu (07/03/2020).

Alhasil, perbaikan pipa yang seharusnya selesai pun akhirnya terhambat. Di sisi lain, Mujiaman menyebut, ada kesalahan estimasi dalam proses pengerjaan. Pertama, ternyata baja yang menancap ke pipa milik PDAM rupanya tidak bisa langsung dicabut. Karena, jika dicabut langsung, maka tekanan air yang ada di dalam pipa itu akan mengenai mesin paku bumi yang beratnya lebih dari 10 ton.

"Sehingga akan berpotensi mesin tersebut rusak dan tidak bisa dipindahkan dan mengganggu pipa di bawahnya," jelasnya.

Namun begitu, Mujiaman menyatakan, kini baja yang menancap ke pipa milik PDAM telah berhasil dicabut pelan-pelan dan dipindahkan sesuai kemampuan. Hal ini dilakukan agar tekanan air tidak menyemprot ke mesin yang berupa sistem elektrikal.

"Sekarang mesin tersebut telah berhasil mencabut (beton) dan berhasil dipindahkan," katanya.

Baca Juga: Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Di samping itu, kata Mujiaman, ada kendala lain yang menjadi penyebab molornya perbaikan pipa. Awalnya, pihaknya memperkirakan bahwa kerusakan pipa tersebut hanya terlokalisir di tempat paku bumi yang menembus pipa. Namun ternyata, pipa yang rusak itu panjangnya lebih dari 1 meter dan kondisinya retak.

"Kita sedang pelajari, apakah retakan ini lebih jauh lagi dari yang terlihat semula. Ini juga menghambat proses dimulainya pekerjaan inti," terangnya.

Kendati demikian, Mujiaman memperkirakan, jika kerusakan pipa hanya sekitar 1 meter, pihaknya memastikan bahwa pengerjaan perbaikan bisa segera rampung besok. Untuk itu, selama proses perbaikan pipa berlangsung, pihaknya bersama DKRTH (Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau) telah menyiapkan puluhan tangki air bersih untuk dibagikan ke rumah-rumah warga terdampak pengerjaan ini.

Baca Juga: Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

"Tangki-tangki tersebut telah kita pasang GPS, sehingga benar-benar akan bekerja 24 jam untuk mensuplai air bersih ke rumah-rumah warga," kata dia.

Maka dari itu, Mujiaman berharap, pelanggan yang terdampak perbaikan jaringan pipa dan membutuhkan pasokan air bersih, bisa menyampaikan keluhannya melalui WhatsApp (WA) PDAM Surya Sembada di nomor 0800-192-6666.

"Saya mohon maaf dan mohon doanya supaya kami diberi kekuatan untuk menyelesaikan masalah ini. Mohon maaf atas keterlambatan pelayanan kami," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sidak Satgas Pangan Polres Pasuruan Temukan Harga Cabai dan Daging Sapi Tinggi

Sidak ini melibatkan TNI-Polri, Pemda, Bulog, Diskoperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, serta instansi terkait lainnya.

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.